Negara Jepang terkenal akan kekentalan budayanya yang diwariskan secara turun temurun sehingga tidak banyak perubahan terjadi terhadap budaya yang telah dimilikinya. Salah satu budaya Jepang yang sampai saat ini terus dilakukan turun temurun adalah festival-festival yang diselenggarakan secara rutin. Ada banyak macam festival yang diadakan di Jepang setiap tahunnya di berbagai wilayahnya. Festival Anak merupakan bagian dari banyak festival di Jepang yang cukup menarik untuk dibahas.

Festival Hina Matsuri atau yang dikenal sebagai Momo no Sekku merupakan festival yang dirayakan pada tanggal 3 Maret dan diperuntukkan bagi para gadis. Pada saat inilah para gadis berdoa untuk pernikahan yang baik. Dekorasi festival Hina Matsuri ialah hina-ningyou, yaitu hina dolls. Pada festival ini juga para gadis dapat menikmati makanan seperti shirozake dan permen merah dan putih. Masyarakat Jepang percaya bahwa tidak baik untuk membiarkan hina dolls terlalu lama sebab dipercaya dapat menunda pernikahan, sehingga sesegera mungkin dibuang setelah tanggal 3 Maret. Popularitas Momo no Sekku sebagai Hina Matsuri telah ada sejak periode Meiji, yang sebelumnya merupakan festival piknik untuk anak laki-laki dan perempuan.

Selain festival untuk anak gadis, di Jepang juga ada festival yang diperuntukkan bagi anak laki-laki, yaitu Tango no Sekku dan Shichi-go-san. Kedua festival ini khusus untuk anak laki-laki. Tango no Sekku lebih dikenal dengan Hari Anak dan merupakan hari libur nasional pada tanggal 5 Mei. Setiap keluarga yang memiliki anak laki-laku memberikan boneka samurai yang memiliki jubah pelindung dan miniatur helm-helm, juga koi-nobori yang digantung, dan membeli irises dan kashiwa-mochi, dan tak lupa untuk berdoa untuk para putranya agar mereka sukses di dalam hidup. Boneka samurai dan koi-nobori sendiri sebenarnya telah ada pada periode Edo, dan menjadi semakin populer pada periode Meiji. Selain Tango no Sekku, festival Shichi-go-san merupakan perayaan untuk anak laki-laki yang telah mencapai ulang tahunnya yang ketiga atau kelima dan anak perempuan yang telah berulang tahun yang ketiga atau ketujuh untuk mulai berdandan dan menghormati leluhur mereka.

About these ads