just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : Prolog *chap.5

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Wah, kau baik sekali! Baiklah! Nanti kalau aku mau pinjam, aku akan bicara padamu!” seru Chinen sambil mengacungkan jempol.

“Emmm, aku ke kamar dulu ya!” seru Yamada girang lalu pergi ke kamarnya.

“Apa ini sifat aslinya? Wahhh… Baik sekali dia!” seru Yabu.

“Ya! Kita tanyakan saja nanti ke Ryu-kun!” seru Chinen.

@Perpustakaan

“Huaaa! Banyak banget! Baiklahh! Ayo semangat!” seru Ryu saat melihat tumpukkan + lemari berisi buku Matematika.

“Hay! Perlu bantuan?” tanya seorang perempuan.

“Oh… Hay! Sepertinya ya! Emm… Aku…” kata Ryu terputus.

“Ryu-kun, Morimoto Ryutaro. Ya kan? Aku Shida, Shida Mirai.” Kata Shida memperkenalkan diri. Ryu mengangguk sambil tersenyum.

“Cari buku apa?” tanya Shida.

“Buku Matematika kelas 2. Yang mana ya?” tanya Ryu.

“Buat besok ya? Kebetulan aku kelas 2 juga. Ayo ke sini! Sekalian saja aku pinjamkan juga buku catatanku.” Seru Shida sambil berjalan ke arah tumpukkan buku matematika kelas 2.

“Tak perlu! Nanti kau tidak bisa belajar. Jadi benar ya besok pelajaran Matematika?” kata Ryu.

“Tak apa! Aku sudah meringkasnya, jadi aku menghafal dari ringkasan itu saja. Ya, besok pelajaran Matematika! Besok juga akan ada tes!” seru Shida sambil memberikan buku Matematika kelas 2 + buku catatannya.

“Arigatou! Berarti nanti kita sekelas ya? Baiklah, besok akan ku kembalikan. Jyanne!” seru Ryu mengambil buku dari Shida lalu pergi. Tapi…

“Gomen! Besok tes-nya tentang apa ya?” tanya Ryu sambil garuk-garuk kepala.

“Hah? Ku kira Ryu-kun sudah tau! Bab 2 tentang Akar dan logaritma!” seru Shida.

“Wakata! Arigatou, Shida-chan!” seru  Ryu lalu pergi ke kamarnya.

@Ruang F

“Ha! Ryu-kun! Cepat ke sini!!” seru Chinen.

“Nande?” tanya Ryu.

”Apa sifat asli Yama-kun itu periang, baik, dan ramah?” Tanya Yabu.

“Hai! Nande?” tanya Ryu lagi.

“Wahh! Tadi Yama-kun bicara dengan kami. Sifatnya berubah drastis! Dia jadi baik, ramah, dan dia mau meminjamkan manga-nya ke Chinen-kun!” seru Yabu.

“Benarkah? Wahh! Sebuah kemajuan untuk Yama-kun!” seru Ryu bangga.

“Ryu-kun senang sekali ya!” kata Chinen tersenyum.

“Tentu saja! Aku senang meihat Yama-kun kembali seperti dulu! Aku rindu Yama-kun yang dulu!” kata Ryu sambil membayangkan sesuatu.

“Yama-kun memang beruntung ya! Mempunyai sahabat seperti Ryu-kun!” seru Chinen.

“Dan aku bangga memiliki sahabat seperti Yama-kun! Aku ke kamar duluan ya!” seru Ryu lalu pergi ke kamarnya.

@Kamar F3 *Yamada dan Ryu*

“Yama-kun!!!” teriak Ryu segera mengambil kursi belajarnya dan mendekat ke Yamada yang duduk di kursinya.

“Nande? Kau dapatkan bukunya?” tanya Yamada.

“Ini bukunya! Oh ya, kau sudah mengeluarkan sifat aslimu di depan mereka ya??” tanya Ryu antusias. Yamada tersenyum.

“Ya! Kau benar! Mereka itu enak sekali di ajak ngobrol!” seru Yamada sambil melihat buku yang di bawa oleh Ryu.

“Emmm… Ini buku catatan siapa?” tanya Yamada bingung.

“Punya Shida-chan. Dia teman sekelas kita! Kebetulan kami bertemu di Perpustakaan, lalu dia meminjamkan ini padaku!” jelas Ryu. Yamada hanya mengangguk-angguk sambil memlihat-lihat catatan Shida, lalu menulis apa yang di tulis Shida di buku catatannya.

“Oh ya! Kata Shida-chan, besok kita akan ada tes Matematika tentang Akar dan Logaritma!” seru Ryu sambil membaca dan menghitung-hitung jawaban soal dari buku matematika yang dia pinjam. Yamada berhenti menulis.

“SERIUS??!! AHH TIDAKKK!! Kenapa di dunia ini harus ada yang namanya MATEMATIKA!” seru Yamada yang terkulai lemas di kursinya.

“Hahaha… Tenanglah! Walaupun kau tidak suka pelajaran matematika, kau tetap mendapat nilai yang cukup tinggi! Mari kita belajar bersama! Oh ya! Yama-kun tidak lupa untuk menanyakanya pada Yabu-kun dan Chinen-kun bukan?” tanya Ryu. Yamada nyengir.

“Belum! Hehehe…” seru Yamada cengengesan sambil meneruskan menulis.

“Ya ampunn!!” kata Ryu memukul jidatnya sendiri.

Tok.. Tok.. Suara pintu di ketuk.

“Permisi, Yama-kun, Ryu-kun! Ini aku, Chinen! Boleh aku masuk?” tanya Chinen.

“Ya, masuk saja! Tidak di kunci!” seru Yamada. Chinen pun masuk.

“Wah! Aku mengganggu kalian ya?” tanya Chinen.

“Tidak! Kami malah senang!” seru Ryu tersenyum. Chinen pun duduk di tempat tidur Ryu.

“Kalian sedang belajar apa?” tanya Chinen.

“Matematika. Besok kami akan ada tes.” Kata Yamada fokus dengan catatan Shida.

“Ohh, Hikaru sensei ya? Ehh! Kalian berarti kelas 2-3 ya?” tebak Chinen.

“Tepat sekali! Hey, Chinen-kun! Kau bisa bantu kami? Kami kesulitan di soal ini!” seru Ryu sambil menunjuk satu soal.

“Ahh! Ini sih gampang! Caranya begini!” seru Chinen sambil mengajari Ryu dan Yamada di tempat tidur Ryu.

@Keesokkan Harinya!

Me no mae no

Doa hirakou atarashii

Sekai ni ima ai ni yukou

Kimi to boku de

Yume wo tsukami torou

(Hey!Say!Jump – Dreamer)

Suara alarm dari hp Yamada berbunyi. Yamada pun mematika alarmnya lalu bangun. Tapi, dia bingung. Di mana gulingnya? Di tempat tidurnya tidak ada sama sekali. Yamada pun lihat ke bawah.

Tepat di tempat tidur Ryu, Yamada melihat gulingnya sedang di peluk di tengah tidur pulasnya Ryu. Seketika muka Yamada menjadi merah padam. Sambil menunduk menahan marah, Yamada turun lalu menghampiri Ryu.

“Ryu-kun…” kata Yamada dengan nada yang lembut dan menggoyang-goyangkan tubuh Ryu.

“Emmm… Sudah pagi ya? Ohayou, Yama-kun!” kata Ryu sambil merem melek.

“Ryu-kun…” seru Yamada mulai naik darah. Ryu mulai sadar, dia terkejut melihat guling Yamada di kakinya.

“Aku bisa jelaskan!” kata Ryu takut-takut sambil mengacungkan telunjuknya.

“CEPAT CUCI GULING + SARUNGNYA SEKARANG JUGAAA!!!” seru Yamada sambil berteriak dan mengepalkan tangannya.

“Wa.. Wakata!!” seru Ryu langsung bangun dan masuk ke kamar mandi lalu sibuk mencuci.

“Huh! Sekarang bagaimana aku mandi? Bisa telat nanti! Ah! Di luarkan ada 1 kamar mandi! Aku pakai saja!” seru Yamada lalu pergi keluar kamar sambil membawa handuk + pakaian + alat mandinya.

@Kamar mandi (Ryu)

“Huaaa! Sekalian mandi aja deh!” seru Ryu sambil istirahat sebentar lalu mengambil handuk + pakaian + alat mandinya.

Beberapa menit kemudian Ryu sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan seragamnya. Ryu segera keluar untuk menjemur.

“Aaa! Ohayou, Ryu-kun!” seru Yabu yang sedang menghirup udara segar dari balkon kamarnya.

“Ohayou, Yabu-kun!” kata Ryu sambil menjemur guling + sarungnya.

“Bukankah itu gulingnya Yama-kun? Kenapa Ryu-kun yang mencucinya?” tanya Yabu heran.

“Emm… Sebenarnya,..” kata Ryu menceritakan perkara tadi ke Yabu.

“Ya ampunnn.. Apa Yama-kun tidak berlebihan?” tanya Yabu sambil memandang cemas Ryu.

“Menurutku itu hal wajar, Yabu-kun! Hmmm… Wangi sekali! Siapa yang sedang memasak ya?” tanya Ryu sambil menghirup wanginya masakan yang di buat seseorang.

“Hmm.. Kau benar! Ini wangi sekali! Aku sudah tak tahan! Ayo keluar Ryu-kun!” seru Yabu langsung berlari keluar kamarnya. Ryu pun melakukan hal yang sama, setelah selesai menjemur tentunya.

@Ruang F

“Wahhh!! Ternyata kau yang memasaknya, Yama-kun! Hey! Sisakan untukku dan Ryu-kun!” seru Yabu saat keluar dari kamarnya, di susul dengan keluarnya Ryu.

“Ayo cepat! Aku bisa saja menghabiskan bagian kalian!” seru Inoo makan dengan lahapnya. Yabu dan Ryu segera duduk di meja makan dan bergabung untuk makan sarapan bersama.

“Oh ya, kalian sudah tau di mana letak kelas kalian?” tanya Chinen. Plok! Yabu memukul jidatnya.

“Huaa! Aku lupa menunjukkan kelas kalian! Bagaimana ini?” tanya Yabu bingung.

“Kau ini bagaimana, Yabu-kun!” seru Daiki.

“Tak apa! Kami pergi ke ruang guru saja menemui guru yang akan mengajar di kelas kami!” seru Yamada tersenyum.

“Ugh! Wakata! Gomen, Yama-kun, Ryu-kun!” kata Yabu segera menghabiskan sarapannya.

Setelah sarapan mereka habis. Mereka bergantian mencuci piring mereka masing-masing. Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing untuk mengambil tas, lalu keluar dari kamar mereka dan mengunci kamar. Mereka berkumpul di ruang Tv.

“Baiklah, seperti biasa, jika bel istirahat berbunyi sempatkanlah untuk ke kantin ya! Jika saat pulang sekolah kalian akan pergi dahulu, beritahukan salah satu di antara kita kalau kalian akan pergi. Mengerti?” pandu Yabu. Semua mengangguk.

“Bagus! Mari kita pergi!” seru Yabu. Semuanya pun keluar dari ruang mereka. Yabu sendiri keluar paling terakhir, lalu mengunci ruang mereka.

***

Mereka berjalan berdampingan menuju kelas masing-masing. Mereka sampai di koridor yang tebelah menjadi 4 bagian. Bagian pertama, arah di mana mereka datang. Bagian ke dua mengarah lurus ke depan lalu terbagi lagi menjadi 2. Bagian ke tiga, arah yang menunjukkan Ruang guru, Ruang kepala sekolah, dan TU. Bagian ke empat, arah menuju lantai atas dan lantai bawah, artinya ada 2 tangga terpasang di situ. Banyak orang berlalu-lalang untuk menuju kelasnya masing-masing.

Yabu, Inoo, dan Daiki pergi menuruni tangga, Chinen pergi menaiki tangga, sedangkan Yamada dan Ryu pergi ke Ruang Guru. Mereka semua pun berpisah menuju tujuannya masing-masing.

***

@Ruang Guru

“Sumimasen..” kata Yamada dan Ryu sopan saat membuka pintu ruang guru.

“Ah! Yama-san, Ryu-san! Ada apa? Mengapa kalian tidak masuk ke kelas?” seru seorang guru laki-laki sambil menghampiri Yamada dan Ryu dengan membawa kertas-kertas soal untuk ulangan harian.

“Maaf, sensei! Tapi kami tidak mengetahui letak kelas kami.” Kata Ryu sopan.

“Kalau tidak salah kalian kelas 2-3 kan? Kebetulan sekali sensei akan mengajar di sana! Perkenalkan nama sensei, Hikaru, Yaotome Hikaru! Ayo ikut sensei ke kelas kalian!” seru Hikaru sensei sambil pergi meninggal kan ruang guru. Yamada dan Ryu mengikutinya dari belakang.

Tak lama sampailah mereka di kelas 2-3 yang berada di lantai 3. Hikaru sensei masuk terlebih dahulu, lalu di ikuti oleh Yamada dan Ryu. Dalam sekejap kelas menjadi sepi tanpa ada sedikit suara pun.

“Nah, ini teman baru kalian! Silahkan perkenalkan diri!” seru Hikaru sensei sambil menyilahkan Yamada dan Ryu untuk memperkenalkan diri.

“Watashiwa Yamada Ryosuke desu. Yoroshiku,” kata Yamada dingin sambil membungkukkan badan.

“Watashiwa Morimoto Ryutaro desu! Yoroshiku!” kata Ryu dengan senyum merekah lalu membungkukkan badannya.

“Baik, kalian duduk di… Bangku kosong itu!” seru Hikaru sensei menunjuk ke 1 bangku di pojok kelas. Yamada dan Ryu pun berjalan ke arah bangku tersebut.

“Ahh, Shida-chan!” kata Ryu saat melihat Shida yang duduk di depan bangkunya.

“Ha! Ryu-kun!” seru Shida sambil tersenyum. Saat Ryu duduk, segera Ryu mencari sesuatu dari dalam tasnya, lalu mengeluarkan sebuah buku catatan.

“Shida-chan! Arigatou!” kata Ryu sambil memberi buku catatan itu. Shida mengangguk lalu menerima buku catatan itu.

Sepertinya aku pernah melihat perempuan itu. Di mana ya? Batin Yamada sambil melihat 2 orang perempuan yang duduk di depannya.

“Nande, Yama-kun?” tanya Ryu. Tapi tak segera di jawab oleh Yamada karena Hikaru sensei melihat tajam ke arah mereka.

“Baiklah! Sesuai janji sensei, sekarang kita akan mengadakan tes! Sensei harap nilai kalian tak seburuk minggu lalu!” seru Hikaru sensei tegas, lalu mulai membagikan kertas soalnya.

10 menit…

20 menit…

30 menit..

40 menit..

50 menit..

1 jam..

Ya, 1 jam pun telah berlalu.

“Simpan soal dan lebar jawaban kalian di sini! Cepat! Kalau tidak nilai kalian 0!” seru Hikaru sensei sambil pergi menghampiri 1 bangku. Semua murid kelas 2-3 pun mengupulkan soal dan lebar jawaban mereka. Banyak di antara mereka yang mengeluh kesulitan karena tak berhasil mengisi 15 soal essay yang rumit.

“Ja mata ne gakusei desu!” seru Hikaru sensei sambil pergi meninggalkan kelas.

“Ja mata ne!” seru murid-murid.

“Huaaa! Akhirnya Hikaru sensei keluar juga!” seru Shida.

“Ya! Otakku mulai berasap tadi!” seru seorang perempuan yang duduk sebangku dengan Shida.

“Hey! Tadi kau kenapa, Yama-kun?” tanya Ryu sambil menatap Yamada.

“Entahlah! Tapi aku meresa pernah bertemu dengan perempuan itu.” Sambil menunjuk bangku yang ada di depan Yamada dan Ryu.

“Hah? Siapa? Shida-chan kah?” tanya Ryu.

“Iie, yang rambutnya di urai.” Kata Yamada sambil membereskan buku-bukunya. Ryu tidak mengenal perempuan yang ada di sebelah Shida. Tiba-tiba…

“Hey, Yama-kun! Tak ku sangka kau akan masuk Hikaru Gakuen juga!” seru perempuan yang duduk di sebelah Shida sambil melihat ke arah Yamada. Shida pun melakukan hal yang sama, melihat ke arah bangku yang di duduki Yamada dan Ryu.

“Kau kenal baik dangan Yama-kun?” tanya Ryu heran.

“Tentu saja! Ya kan, Yama-kun?” tanya perempuan itu. Tapi Yamada hanya menunjukkan muka heran dan bingung.

“Ugh! Kau sudah lupa rupanya! Ini aku! Minami, Minami Oku! Ingat?” tanya perempuan yang bernama Minami. Seketika Yamada tersenyum senang.

“Ah! Aku ingat! Pantas saja aku merasa kenal denganmu!” seru Yamada senang.

“Wahh, atmosfernya berubah dengan cepat ya, Ryu-kun!” kata Shida bebisik ke Ryu. Ryu mengangguk.

“Hey! Nande? Mengapa kalian memasang muka heran begitu?” tanya Minami pada Ryu dan Shida.

“Darimana kau mengenal Yama-kun?” tanya Ryu.

“Oh, kami sudah bersahabat dari kecil. Itu hubungan yang di wariskan oleh orang tua kami. Oh ya, watashiwa Minami Oku desu!” kata Minami sambil mengenalkan diri ke Ryu.

“Oh begitu.. Ah ya! Yoroshiku, Minami-chan!” seru sambil tersenyum.

“Watashi wa Shida Mirai desu! Yoroshiku, Yama-kun!” seru Shida sambil tersenyum ke arah Yamada. Yamada hanya membalas senyumnya dengan senyum tipis.

“Jadi, sudah lama kalian bersahabat?” tanya Ryu.

“Sudah lama sekali. Minami-chan satu-satunya perempuan yang mengetahui semua rahasiaku dari kecil hingga aku SMP kelas 1.” Jelas Yamada senang.

“Ya, kami kehilangan kontak karena aku harus pindah ke Itali. Tapi, aku senang, karena saat SMA aku boleh melanjutkannya di sini!” kata Minami tersenyum senang.

“Bagaimana dengan kalian?” lanjut Minami.

“Ah, kami tidak sengaja bertemu di Perpustakaan kemarin.” Jelas Shida singkat.

Tak lama, datanglah 2 orang laki-laki menghampiri Yamada, Ryu, Shida dan Manami.

“Wah! Ternyata kita sekelas, Yama-kun, Ryu-kun!” seru seorang anak laki-laki.

“Ah! Kanata-kun!” seru Yamada dan Ryu bersamaan.

“Yup! Oh ya, ini temanku!” kata Kanata sambil menunjuk satu orang laki-laki lagi.

“Emm… Watashiwa Kamiki Ryunosuke! Yoroshiku!” seru Kamiki sambil tersenyum.

“Wah wah wah! Kawan baru kita ramah-ramah ya, Yama-kun!” bisik Ryu. Yamada hanya mengangguk ragu.

Bersambung…

Tambahan pemain! ^^

Shida Mirai as Shida/Shida-chan :

Manami Oku as Manami/Manami-chan :

Kamiki Ryunosuke as Kamiki/Kamiki-kun :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: