just for fun ^^

 

 

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : I’m Sorry Ryu-kun *chap.16

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Aku sulit untuk bilang kalimat itu pada Ryu-kun!” lirih Yamada.

 

“Heh?! Kalimat apa?” tanya Manami heran. Yamada menelan ludah.

 

“Aku minta maaf. . .” kata Yamada sangat pelan. Tapi, Manami masih bisa mendengarnya walau agak samar-samar.

 

“EH?! NANI?!!” seru Manami terkejut.

 

“Harus seterkejut itukah dirimu?” tanya Yamada.

 

“Ya ampun, Yama-kun. Itu kan bukan hal yang sangat sulit! Aku kira mengatakan apaa. .” kata Manami.

 

“Itu gampang menurutmu tau! Tapi menurutku? Susah!” kata Yamada kesal.

 

“Oke oke. Jika kau ingin minta maaf, aku sarankan kau pikirkan kesalahanmu itu dan menyalahi kelakuanmu itu. Dengan begitu permintaan maafmu akan terlihat tulus. Tapi, aku jarang melihat orang yang sulit untuk minta maaf. Wah, jika kau sulit minta maaf berarti kau mempunyai salah satu sifat buruk, Yama-kun,” jelas Manami.

 

“Maksudmu?” tanya Yamada.

 

“Nih ya, biasanya orang yang sulit minta maaf itu seperti. . Orang yang keras kepala, egois atau bahkan gensian,” kata Manami. *Just story Minna! Aku gak tau aslinya/ di dunia nyata nya sih gimana =__=*

 

“Oh begitu. Ya aku memang mempunyai sifat itu,” kata Yamada sambil sedikit menunduk.

 

“Sudahlah. Tenangkan dirimu. Ryu-kun pasti akan menunggumu sampai kau bisa berbicara. . maksudku bilang maaf dengan tulus padanya,” kata Manami tersenyum.

 

“Mengapa kau bisa seyakin itu?” tanya Yamada sambil memandang Manami.

 

“Ryu-kun orangnya baik. Oleh karena itu aku yakin dia akan menunggumu,” kata Manami.

 

“Yah. . . Ryu-kun memang orang yang baik,” kata Yamada sedikit tersenyum.

 

***

 

“Nah, Ryu-niichan, kau ingin beli apa?” tanya Fuma.

 

“Apa ya? Terserah dirimu sajalah!” kata Ryu nyengir.

 

“Demo. . . Aku tak tau makanan apa yang kau suka dan yang kau benci. Bagaimana jika aku salah beli?” seru Fuma.

 

“Oke. Tunggu sebentar. Aku mau menelepon temanku dulu ya. .” kata Ryu sambil memencet beberapa angka pada handphonenya lalu memencet tombol calling.

 

“Moshi – moshi! Nande Ryu-kun?” tanya orang disebrang sana.

 

“Ah~ Mana-chan, aku hanya ingin bertanya. Kau mau makan apa?” tanya Ryu.

 

“He?? Mengapa kau menanyakan itu? Padahal terserah dirimu saja,” seru Manami.

 

“Yee. . Aku kan gak tau apa yang kau suka!” seru Ryu.

 

“Haii haii. Matte yo~” kata Manami. Ryu pun menunggu. Tidak sampai 5 menit terdengar lagi suara Manami.

 

“Ryu-kun, bisa belikan yakisoba1? Kebetulan Yama-kun sudah bangun dan saat aku tanya, dia ingin miso ramen. Belikan itu saja ya. Arigatou,” kata Manami.

 

“Wakata. Tunggu saja yaa! Jyanne~” seru Ryu lalu menutup handphone-nya.

 

“Bagaimana?” tanya Fuma.

 

“Aku pesan yakisoba 3 yaa!” seru Ryu.

 

“He? Banyak sekali yang kau beli! Kau akan makan itu sendiri, Ryu-niichan??!” tanya Fuma kaget.

 

“Baka! Tentu saja tidak! Itu buat temanku juga!” seru Ryu sambi geleng-geleng.

 

“Ohehehe. . Gomen nee~ Ya sudah aku pesan dulu! Kau tunggu disini ya, niichan!” kata Fuma lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ‘si penjual makanan’.

 

***

 

“Mari kita berpesta! Tinggal beberapa orang lagi target kita!” teriak seorang perempuan sambil menangkat gelas minumannya.

 

“Wah. . Kau bersemangat sekali ya,” kata seorang laki-laki dengan santai sambil mengangkat pelan gelasnya.

 

“Kau hebat Yuma-kun! Dengan begini balas dendam ku akan terpenuhi!” seru seorang lelaki lain yang menggunakan kacamata.

 

“Hahaha. . . Ini tidak seberapa. Ingat! Kita tak boleh gagal! Hanya saja, mereka sudah tau akulah dalang di balik semua ini!” seru Yuma.

 

“Lalu bagaimana? Akankah ini baik-baik saja?” tanya perempuan tadi.

 

“Tentu! Semua masih di dalam kendaliku. Nah ayo berpesta!” seru Yuma sambil tersenyum licik.

 

***

 

“Manami-chan. . Aku ini orangnya seperti apa sih? Dari dulu sampai sekarang,” tanya Yamada.

 

“Emm. . . Kau itu. . . .” kata Manami terputus karena mendengar suara pintu terbuka.

 

“Ah~ Gomen. . Gomen. . Ini makanannya! Apa aku ganggu?” tanya Ryu dengan wajah watados.

 

“Ya! Sangat mengganggu!” seru Yamada dengan wajah serius.

 

“Aaa~ Gomen! Kalau begitu aku keluar lagi saja!” kata Ryu mengambil langkah keluar.

 

“Eeee! Jangan! Aku cuma becanda Ryu-kun!!!” seru Yamada cepat-cepat. Ryu kembali melangkah ke arah tempat tidur.

 

“Kau ini!” kata Ryu sambil memberikan bungkusan berisi makanan pada Manami.

 

“Apa ini?” tanya Manami. Ryu mengenyitkan dahinya.

 

“Tentu saja makanan yang kalian pesan!” jawabnya sambil berjalan menuju sofa.

 

“Kau sendiri? Makananmu mana?” tanya Yamada. Sebagai jawaban, Ryu menunjuk ke arah plastik yang dipegang Manami.

 

“Ah! Yasudah ayo kita makan!” kata Manami sambi memberi Yamada 1 yakisoba. Lalu ia bejalan menuju sofa dan memberi Ryu 1 yakisoba. Juga untuk dirinya sendiri. Manami segera duduk di samping Ryu.

 

“Itadakimasu!” seru mereka bertiga.

 

***

 

*SKIP!!!!!!!!!!!!!! 1 bulan kemudian*

 

@ Kantin

 

“Akhirnya kita semua bisa berkumpul kembali!” seru Yabu. Hey!Say!Jump + ManaShiMika tersenyum.

 

“Kau benar! Aku senang sekali!” seru Manami.

 

“Tapi aku sedikit heran. Ini kan hari Minggu, tapi kenapa kantin sekolah tetep buka?” tanya Ryu.

 

“Ryu-kun, kantin di sekolah ini tidak harus buka hanya saat kita sekolah saja,” jelas Inoo.

 

“Yep! Buka 24 jam!!!” seru Daiki.

 

“Wahh. . . Asik ya~” kata Yamada sambi tersenyum riang.

 

“Aaa~ Yama-kun! Kau kembali!!” seru Chinen.

 

“Eh? Aku kan udah dari kemarin-kemarin bareng sama kalian!” kata Yamada geleng-geleng.

 

“Eee!! Maksudku sikapmu sudah kembali. Tidak seperti akhir-akhir ini lagi!” kata Chinen.

 

“Oooo. . .” kata Yamada.

 

Shida melihat Yamada dengan tatapan aneh. Walau ia agak heran dengan sikap Yamada, ia merasa sedikit senang melihat Yamada kembali seperti dulu lagi. Tanpa ia sadari, ia pun tersenyum.

 

“Aa~ Sepertinya kau sedang senang! Ada apaa?” tanya Manami yang menyadari senyum Shida itu. Shida sedikit terkejut. Sedangkan yang lain segera menengok ke arah Shida.

 

“Eh?! Nani?” tanyanya gelagapan.

 

“Aaa~ Tadi kau tersenyum! Ada apa?! Apa yang kau sembunyikan?” tanya Manami.

 

“Iie. Aku tidak menyembunyikan apapun! Hahaha. .” kata Shida tertawa garing.

 

“Hey! Tingkahmu aneh!” seru Mika.

 

“Wah wah. . . Ini sih ada sesuatu di balik sesuatu!” kata Daiki sambil sedikit tertawa.

 

“Apaan sih! Gak ada apa-apa!” seru Shida.

 

“Hontou desuka?” tanya Ryu dengan mimik wajah yang membuat Shida ingin sekali menyepak Ryu.

 

“Hontouni!” seru Shida.

 

“Hahaha. . Baiklah!” seru Ryu tertawa.

 

Mereka semua pun menjadi tertawa bersama. Manami tak sengaja melihat ke arah penjual minuman. Ia melihat seorang perempuan yang rambutnya di kepang dan memakai jaket bahan jins dengan celana pendek. Manami sedikit berfikir.

 

“Sepertinya aku pernah melihatnya. Di mana ya?” tanya Manami pada dirinya sendiri. Ryu sedikit mendengar perkataan Manami itu.

 

“Kau berbicara dengan siapa?” tanya Ryu heran.

 

“Ah ya! Aku ingat!!” seru Manami mengejutkan yang lain. Apalagi Ryu.

 

“Hah? Ingat apa?” tanya yang lain. Manami segera tersadar.

 

“Eh? Ingat. . . Ingat sesuatu! Aku pergi dulu sebentar!” seru Manami lalu bangkit dan berlari.

 

“Ada apa dengannya?” tanya Ryu dengan wajah heran.

 

Sementara itu, Manami segera berlari menghampiri perempuan tadi. Saat dekat dengan perempuan itu, ia segera menepuk pundaknya.

 

“Haruna-chan?” tanyanya hati-hati. Ia takut salah orang. Perempuan tadi menengok ke arah Manami.

 

“Hai?” tanyanya.

 

“Aaa~ ternyata aku benar! Kita bertemu lagi!” kata Manami tersenyum. Perempuan yang dipanggil Haruna itu membalas senyumnya.

 

“Kau orang yang ku temui kemarin di Toilet Hikari’s Hopital kan?” tanyanya. Manami mengangguk.

 

“Jadi, bagaimana dengan masalahmu? Kau menemukan titik terangnya?” tanya Haruna.

 

“Masalah itu? Tidak. Aku malah sudah melupakannya. Hehehe. .” kata Manami cengengesan.

 

“Kau ini!” kata Haruna sambil geleng-geleng.

 

“Kau siswi baru di sini? Aku baru kemarin aku melihatmu di sini,” kata Manami.

 

“Aku sudah lama jadi siswi di sini. Mungkin karena sikapku yang tertutup dan jarang bergaul, sehingga kau jarang melihatku,” kata Haruna.

 

“Sou desu. Tapi kenapa?” tanya Manami.

 

“Maksudmu?” tanya Haruna heran.

 

“Kenapa kau tertutup?” tanya Manami.

 

“Em. . Masalah pribadi,” kata Haruna tersenyum kecut.

 

“Oh. . Gomen ne~” kata Manami merasa bersalah.

 

“Ahaha. . Daijobou! Masa hanya karena itu aku marah padamu!” kata Haruna sedikit tertawa membuat Manami sedikit tenang.

 

“Baiklah. .” kata Manami.

 

“Anoo~ aku pergi duluan ya! Aku masih punya tugas sekolah yang belum dikerjakan. Jyanne~” kata Haruna melambaikan tangannya lalu pergi. Manami tersenyum.

 

“Sama seperti kemarin. Dia terlihat pucat,” kata Manami setelah Haruna pergi.

 

Tiba-tiba saja, ada sebuah tangan menepuk pundak Manami. Manami terkejut. Ia menjadi was-was. Siapa yang menepuk pundaknya? Manami sudah bersiap-siap untuk teriak, tapi mulutnya di bekap oleh seseorang.

 

“Hey! Ini aku!” seru orang tadi. Manami menengok. Orang tersebut melepas bekapannya.

 

“Yama-kun! Kau ini mengagetkanku saja!” seru Manami.

 

“Gomen gomen. . Ayo ceritakan! Aku ini orang yang seperti apa?!” tanya Yamada.

 

“Ayo ke taman belakang. Akan ku ceritakan di sana!” seru Manami. Yamada mengangguk. Lalu mereka pergi ke taman belakang.

 

***

 

@Taman Belakang

 

“Jadi?” tanya Yamada sambil melemparkan batu kerikil ke danau.

 

“Kau ya? Waktu dulu sih kau orangnya baik, mudah bergaul dan berteman, kau suka menolong orang. Pokonya kau baik deh! Juga kau tak sombong dan tak manja. Walau orang tua mu kaya, kau tidak menunjukkan itu ke orang-orang. Kau masih rendah hati gitu. Sebenarnya, orang tua mu itu terlihat seperti memanjakanmu. Tapi, kau selalu bersi keras untuk tidak dimanjakan seperti itu. Pokonya gitu deh!” jelas Manami.

 

“Bagaimana dengan sekarang?” tanya Yamada.

 

“Aku tak tau. Aku masih belum bisa menyimpulkannya! Gomen,” kata Manami.

 

“Begitu ya?” kata Yamada lirih. Ia melempar satu batu kerikil.

 

“Mungkin aku bisa menjelaskannya untukmu,” kata seseorang yang tiba-tiba datang.

 

“Eh? Ryu-kun!” kata Yamada dan Manami dengan tampang kaget.

 

“Nah, kau sekarang agak berbeda dengan penjelas Mana-chan tentang dirimu yang dulu. Sikapmu sekarang jungkir balik dengan yang dulu. Kau sekarang sangatlah dingin, tertutup, dan tidak mudah bergaul. Mungkin ini karena kejadian dulu, oleh karena itu kau berubah,” jelas Ryu.

 

“Kejadian apa?” tanya Manami.

 

“Kejadian yang cukup menyakitkan bagiku. Aku sendiri ingin melupakannya,” kata Yamada sambil menunduk.

 

“Nanti aku akan ceritakan padamu,” bisik Ryu. Manami mengangguk.

 

“Ano~ Ryu-kun. . .” kata Yamada lirih. Ryu menengok.

 

“Nani?” tanya Ryu.

 

“Aku tak kau pasti akhir-akhir ini menderita gara-gara aku,” kata Yamada dengan tatapan kosong. Ayamanakerebanarimasen2! Itulah yang tengah di pikirkan Yamada.

 

“Bicara apa kau ini? Aku tak mengerti!” kata Ryu dengan wajah heran.

 

“Ryu-kun, Ho. . Hontouni. . . . . GOMENNASAI!” seru Yamada sambil membungkuk.

 

“Eh?!” seru Ryu terkejut. Manami pun hanya terbengong-bengong melihatnya.

 

“A. . Ada apa ini?” tanya Ryu.

 

“A. . Aku mengaku salah. Maaf, akhir-akhir ini aku sangatlah jahat padamu. Sudah membuatmu uring-uringan. Maafkan aku. .” kata Yamada tulus. Ryu terlihat sangatlah heran. Baru kali ini ia melihat Yamada seperti itu. Ia segera mencubit pipinya.

 

“Apa aku bermimpi?” tanya Ryu. Tiba-tiba, tangannya dicubit sangat keras sekali.

 

“ITTAI!!” seru Ryu sambil mengusap-usap tangannya.

 

“Itu berarti kau tidak bermimpi!” seru Manami dengan wajah watados –wajah tanpa dosa-. Ya, Manamilah yang telah mencubir Ryu.

 

“Ugh! Kau ini!” seru Ryu. Kali ini giliran Yamada yang bengong.

 

“Ano~ Ada apa dengan kalian?” tanya Yamada heran. Ia menggaruk-garuk kepalanya.

 

“Iie. Aku hanya merasa aneh. Tumben kau bilang maaf dengan tulus seperti itu,” kata Ryu.

 

“Ne~ Ryu-kun, aku sangat menyesal. Aku mohon maafkan aku. Waktu itu aku sedang emosi. Sehingga aku tak dapat berfikir dengan jernih,” kata Yamada.

 

“Ada apa denganmu, hah?! Tenang saja! aku sudah memaafkanmu dari dulu!” kata Ryu sambil merangkul Yamada.

 

“Hontou?” tanya Yamada menengok kaget ke Ryu. Ryu mengangguk.

 

“Wah. . Kalau begitu tadi aku tak usah minta maaf saja yak!” kata Yamada sedikit tertawa.

 

“He??” Ryu kaget.

 

“Becanda! Huehehehehehe. . .” kata Yamada tertawa. Ryu dan Manami hanya geleng-geleng.

 

“Jadi?” tanya Manami sambil berdiri dan melihat ke arah YamaRyu.

 

“Apa?” tanya Yamada dan Ryu heran.

 

“Oh. . Ayolah! Masa cuma rangkulan gitu sih! Pelukan atau apa ke! Biar rame gitu!” kata Manami.

 

“Pelukan? Tidakk. . Rangkulan pun sudah cukup!” seru YamaRyu berbarengan.

 

“Wuuuu. . . Gak seruuu!!” seru Manami. Lalu mereka semua tertawa.

 

“Aaa~ Kalian di sini rupanya!” seru Yabu berlari ke Yamada, Ryu, dan Manami. Di belakangnya ada anggota kelompok Hey!Say!Jump + Shida + Mika.

 

“Wah wah. . Sepertinya ada yang sudah bersahabat kembali!” seru Mika tersenyum.

 

“Asikk~ dapet gratisan!” seru Daiki yang langsung dihujani tatapan heran.

 

“Apa? Benarkan? Kalian akan mentraktir kita semua kan?” tanya Daiki nyengir ke YamaRyu.

 

“Kau ini!” seru Inoo sambil menjitak Daiki.

 

“Ittai!” ringis Daiki sambill mengusap-usap kepalanya.

 

“Hahahahha. . . .” mereka semua tertawa.

 

***

 

“Bagaimana ini? Mereka sudah bersatu lagi!” seru seorang perempuan di balik sebuah pilar sambil mengawasi kejadian di taman belakang itu.

 

“Hey! Tenang saja! kita ikuti perintah saja,” seru seorang laki-laki dengan tenang.

 

“Yaa, baiklah. .” kata perempuan tadi.

 

“Bagaimana?” tanya seorang laki-laki lagi yang baru datang.

 

“Mereka sudah bersatu lagi. Lihat saja!” seru laki-laki yang pertama sambil menunjuk ke arah taman belakang. Di sana Hey!Say!Jump + Shida + Manami + Mika tengah becanda dan tertawa.

 

“Biarkan saja. Selagi mereka bisa tertawa seperti ini. Karena di mulai besok, mereka sudah tidak bisa tertawa lagi!”

 

bersambung…

 

Tambahan~ :

1Yakisoba = sejenis mie goring khas Jepang

2Ayamanakerebanarimasen = Aku harus minta maaf

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: