just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : ManaChi be Friends Again  *chap.9

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

Tiba-tiba pintu ruang musik terbuka. Manami berhenti menangis. Wajahnya berubah saat melihat orang yang masuk ke ruang musik. Matanya tebelalak.

“Ka… Kau?” kata Manami kaget.

“Mana-chan…” kata orang tadi lirih. Manami pun mulai mengontrol dirinya. Matanya berubah menjadi sinis.

“Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau mau latihan? Baiklah aku keluar!” kata Manami sambil mengambil tasnya lalu bangkit dan berjalan untuk keluar. Tapi, tanpa di duga oleh Manami, orang tadi menarik lengan Manami untuk mencegahnya pergi.

“Lepaskan aku!!” seru Manami sambil mencoba melepaskan tangannya. Tapi percuma, pegangan orang itu terlalu keras hingga sulit untuk melepasnya.

“Jangan pergi..” kata orang tadi.

“Untuk apa aku di sini jika kau ingin berlatih?! Kau sendiri yang bilang tak senang bila aku yang medengar permainanku kan?!” kata Manami mulai menangis lagi. Anak tadi terkejut dan sedikit mengendurkan pegangannya.

“Jadi gara-gara itu kau berubah? Ka.. Kau mendengar pembicaraan ku dengan Mika-chan?” tanya anak itu.

“Ya!! Aku dengar semuanya!! Chinen-kun BAKA!!” seru Manami menangis. Anak tadi, alias Chinen, telihat kaget, hanya dia mencoba untuk tenang. Sambil terus memegang Manami, Chinen membawanya ke kursi. Manami pun duduk, setelah itu Chinen melepas pegangannya.

“Aku memang bodoh waktu itu. Sebenarnya aku berkata bohong. Setelah mengatakan itu aku menjadi was-was. Aku takut. Bahkan aku tak bisa tidur.” Jelas Chinen. Manami menatap Chinen.

“Pembohong!” seru Manami.

“Sungguh! Aku tidak bohong! Ku mohon percayalah padaku!” kata Chinen memelas.

“Kau sendiri yang membuatku tak mau percaya lagi padamu!” kata Manami memalingkan muka.

“Gomennasai, Mana-chan! Hontouni gomennasai!” kata Chinen sambil membungkuk. Manami diam saja.

“Mana-chan mau berteman lagi denganku kan?” tanya Chinen setelah kembali berdiri. Terlihat wajahnya harap-harap-cemas.

”Aku tak ingin berteman dengan Chinen-kun..” kata Manami lirih dan suaranya terdengar sedikit bergetar.

“Benarkah? Jawab ini dengan jujur Mana-chan!” kata Chinen.

“AKU TAK MAU!” seru Manami sambil memejamkan mata. Hatinya sakit. Omongannya tadi, bertolak belakang dengan hatinya. Manami sangat ingin berteman lagi dengan Chinen. Sangat ingin.

Chinen yang melihat Manami seperti itu pun pasrah. Chinen pun terduduk lemas di lantai. Hatinya bergetar mendegar dan melihat Manami tadi. Dia tak cukup kuat melihat dan mendengar orang yang sudah ia anggap sebagai sahabat seperti itu.

“Mana-chan orang yang pertama kali mendengar permainan musikku.” Kata Chinen sambil menatap kosong dan tersenyum. Manami kaget lalu melihat Chinen.

“Mana-chan satu-satunya orang yang bisa mambuatku bersemangat untuk mengembangkan permainan musikku.” Lanjut Chinen. Manami tertegun.

“Mana-chan satu-satunya perempuan yang aku sering ajak ngobrol dan terus membuatku tersenyum dan tertawa.” Lanjut Chinen. Lalu Chinen menatap Manami sambil tersenyum.

“Mana-chan satu-satunya perempuan yang aku jadikan sahabat juga yang mengerti aku sesudah teman kelompokku. Kaulah yang membuat aku mengenal orang-orang di sini. Hingga aku mengenal Mika-chan dan menawarinya untuk mendengar permainan musikku. Sebenarnya sudah lama aku menyukai Mika-chan. Sampai tak sengaja aku bilang kalimat yang tak menyenangkan itu. Hontouni Gomenasai, Mana-chan! Aku harap kau ingin menjadi teman sekaligus sahabatku lagi seperti dulu..” jelas Chinen. Manami kembali menahan air matanya. Bukan karena sakit hati, tapi ia sedikit terharu mendengar ini semua.

“Benarkah aku seperti itu? Apa Chi-chan berkata jujur?” kata Manami bergetar. Manami sangat rindu dengan panggilan ‘Chi-chan’. Begitu juga Chinen, walau Manami belum bilang ingin kembali bersahabat dan berteman dengannya, dia sudah merasa sangat senang. ‘Chi-chan’ adalah nama panggilan yang di berikan Manami padanya. Sebenarnya, tidak hanya Manami yang memanggil Chinen dengan sebutan ‘Chi-chan’. Tapi enatah mengapa ada perasaan yang membuat Chinen tenang jika yang menyebutnya Manami juga….. Mika. Ya, Mika, Kawashi Umika.

“Hai! Apa aku terlihat berbohong?” Chinen balik tanya. Manami menatap Chinen. Terlihat jelas Chinen tidak berbohong. Manami tersenyum.

“Sebenarnya aku juga tak suka jika terus seperti ini. Tak enak hati rasanya. Aku akan berteman sekaligus bersahabat lagi dengan Chi-chan dengan 1 syarat!” kata Manami tersenyum.

“Apa syaratnya? Aku akan berusaha untuk melakukannya, asalkan Mana-chan mau bersahabat denganku seperti dulu.” Kata Chinen antusias.

“Aku akan bersahabat dan mengubah sikapku menjadi seperti dulu lagi dengan syarat Chi-chan jangan lagi mengulang kejadian dulu yang berbicara ‘kalimat yang tidak enak’ itu tapi tetap seperti dulu saat kita pertama kali bertemu dan saat kita masih bersahabat. Chi-chan mau berjanji padaku?” kata Manami.

“Aku janji akan melakukannya! AKU JANJI!” seru Chinen sambil tersenyum. Manami pun ikut tersenyum.

“Jadi kita bersahabat seperti dulu lagi?” tanya Chinen sambil mengulurkan kelingkingnya.

“Tentu, Chi-chan!” seru Manami sedikit tertawa lalu ‘mengait’ kan kelingkingnya pada kelingking Chinen. Mereka pun tertawa bersama.

“Chi-chan! Kau menyukai Mika-chan ya?” tanya Manami tiba-tiba.

“Eh? Mengapa Mana-chan menanyai itu?” tanya Chinen kaget. Terlihat dia sedikit sating *salah tingkah*.

“Ahahahaha… Terlihat jelas bahwa Chi-chan menyukai Mika-chan! Seberapa dekat kau dengannya?” tanya Manami antusias.

“Apa sih Mana-chan.Aku tak suka padanya. Kami hanya berteman saja. Ya berteman.” Seru Chinen.

“Benarkah? Wahh kalau begitu, nanti jika Mika-chan di rebut oleh Yuma-kun tak apa yaa?” kata Manami sambil tersenyum licik.

“Eh? Yuma-kun? Orang jahat itu?!” tanya Chinen kaget.

“Yap! Ku dengar dia sedang mengincar Mika-chan!” kata Manami.

“Kussho!! Orang ituu!!!” seru Chinen kesal sambil menonjok bantal di dekatnya.

“Hey! Santai Chi-chan! Aku juga tak ingin sahabatku berpacaran dengan orang sejahat Yuma-kun! Aku akan membantumu!” kata Manami. Chinen menengok ke arah Manami.

“Kau serius Mana-chan?” tanya Chinen. Manami mengangguk.

“Tapi aku hanya memberi saran saja. Selebihnya kau sendiri yang melakukan dan mungkin membuat ide sendiri. Oke?” tawar Manami.

“Wakata! Arigatou Mana-chan!” kata Chinen.

“Unn,, Ganbatte!!” seru Manami. Chinen mengangguk pasti.

“Sudah sore, ayo pulang!” kata Chinen sambil berdiri diikuti Manami.

bersambung…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: