just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : Our Group!  *chap.3

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Aku akan mengenalkan kalian ke teman sekelompok kita. Yuk ke Kantin!” seru Yabu.

“Memang sudah jam istirahat?” tanya Ryu. Yabu mengangguk.

Mereka pun pergi ke kantin untuk bertemu dengan teman-teman yang lain.

@ Kantin

Yabu mencari-cari teman-temannya. Tiba-tiba…

“Yabu-kun!” panggil seseorang di meja paling pojok.

“Nah, itu dia! Ayo ke sana!” seru Yabu.

Ryu sedikit menebar senyum, sedangkan Yamada seperti biasa dingin dan cool. Saat sampai di meja teman-teman sekelompoknya, Yamada memasang wajah heran. Perempuan? Mana mungkin teman sekolompokku perempuan! Lalu itu siapa? Batn Yamada.

“Hai! Teman-teman, ini anggota kelompok kita yang baru! Ini Yama-kun dan ini Ryu-kun. Oh ya, jangan….” kata Yabu di potong.

“Hai Yama-kun, Ryu-kun! Aku Chinen, Chinen Yurii! Yoroshiku!” seru Chinen sambil berdiri.

Celana! Berarti dia laki-laki! Hampir saja aku mengiranya perempuan, seru Yamada sambil geleng-geleng.

“Nande, Yama-kun?” tanya Chinen.

“Hey! Kamu tidak sopan Chinen-kun! Harusnya kau panggil dia Yama-sama!” seru satu orang lagi.

“Ah TIDAK! Jangan panggil aku seperti itu! Aku senang padamu Chinen-kun! Karena memanggilku Yama-kun!” kata Yamada tersenyum senang.

“Hohoho! Sip!” seru Chinen mengacungkan jempol.

“Hey! Kenalkan dirimu!” seru Yabu.

“Wakata! Aku Inoo, Inoo Kei! Yorishiku!” kata Inoo sambil berdiri.

“Daiki, Arioka Daiki!” seru Daiki.

“Ahh! Watashi wa Ryu desu! Morimo Ryutaro!Yoroshiku!” seru Ryu tersenyum senang. Chinen, Inoo, dan Daiki nyegir untuk membalasnya.

“Watashi wa Yamada desu, Yamada Ryosuke. Yoroshiku!” kata Yamada lalu membungkuk.

“Ayo duduk! Santai saja! Mau pesan apa?” tanya Yabu.

“Aku minum saja, terserah Yabu-kun saja.” Kata Yamada tersenyum tipis.

“Baiklah, Ryu-kun?” tanya Yabu.

“Sama saja dengan Yama-kun deh!” seru Ryu.

“Baik! Tunggu sebentar!” seru Yabu lalu pergi.

“Huaaaa! Capek sekali!” seru Ryu.

“Hahahaha… Kalian sudah berkeliling?” tanya Inoo.

“Emm,” kata Yamada mengangguk.

“Wahh, baguslah!” seru Daiki.

“Ngomong-ngomong, kamar kalian di mana?” tanya Ryu.

“Lantai 2, Ruang F, kamar F2. Itu kamarku dan Yabu-kun. Kalian F3 kan? Tepat di samping kamar kalian,” kata Chinen tersenyum.

“Kami juga sama, hanya saja kamar F1. Kamarku dan si Jagoan ini!” seru Inoo sambil memukul pundak Daiki.

“Ugh! Inoo-kun!” seru Daiki balas memukul. Inoo hanya nyengir kuda.

“Ngomong-ngomong, kalian udah download MV-nya SNSD yang Mr.Taxi belum?” tanya Chinen ke Daiki dan Inoo.

“Huaaaa! Belummm! Chinen-kun?” tanya Daiki.

“Hohoho… Udah dongg! Yoona-nya cantik lohh!” kata Chinen sambil mengacungkan jempol.

“Huh! Lebih bagus Taeyon! Oh ya, Taeyon gi mana?” tanya Daiki antusias.

“Taeyon keren banget lohhh! Lagunya juga asik banget!” kata Chinen semangat.

“Kalian suka SNSD??  Oh ya, gi mana Jessica? Keren + cantik dong?” tanya Yamada.

“Hahaha.. Pada keren dehh!” kata Chinen.

“Ya ampunnn.. Kemarin aku di bingkisan loh sama SNSD!” seru Ryu.

“Hah? Yang bener? Ryu-kun, kenapa kamu tidak cerita???” tanya Yamada.

“Kan gak pernah di tanya! Hahaha..” kata Ryu cengengesan.

“Huaaaa! Isi bingkisannya apaaa????!!!” seru Yamada, Chinen, dan Daiki.

“Apa yaa?” kata Ryu membuat kesal Yamada, Chinen, dan Daiki.

“Ryu-kun, pernah di timpuk pake sepatu gak?” tanya Daiki dengan pancaran mata yang memburu. *wow!😮

“Kebetulan belum Daiki-kun! Hehehe,” kata Ryu cengengesan.

“Bagaimana jika kami timpuk sekarang juga!” seru Daiki, Chinen, dan Yamada sambil mengangkat sepatu mereka masing-masing.

“Hahahaha… Baka! Mau aja kena tipu Ryu-kun!” kata Inoo tertawa terbahak-bahak.

“APAA??!! JADI ITU BOHONG?” teriak Daiki, Chinen, dan Yamada menatap Inoo dengan tatapan membunuh. Inoo mengangguk.

“RYU-KUN!!!” seru Daiki, Chinen, dan Yamada menengok kembali ke arah Ryu. Tapi, di tempat duduknya tidak ada siapa-siapa.

“Di mana Ryu-kun?” tanya Chinen bingung.

“Tadi dia masih duduk di sini.” Kata Yamada bingung.

“Itu diaa!! Seranggg!!!” seru Daiki sambil menunjuk Ryu yang berusaha kabur dari Daiki, Yamada, dan Chinen.

“Huaaaa! Yabu-kun!! Lindungi aku!” seru Ryu saat melihat Yabu berjalan ke arah mereka. Yabu langsung di tarik dan di jadikan tamengnya Ryu.

“Aduuhh… Ryu-kun! Apa-apaan sih?!” seru Yabu yang langsung babak belur kena lemparan sepatu-sepatu Daiki, Chinen, dan Yamada.

“Hei! Hei! Ini aku! Bukan Ryu-kun! Kalian salah sasaran!” seru Yabu.

“Waduhh!! Yabu-kun! Kenapa babak belur gini?? Wahh! Siapa nih yang nimpukin sobatku! Belom pernah di hajar  tu orang!” seru Daiki sambil mengepal-ngepalkan tangannya.

“Ya ampunn! Daiki-kun, Chinen-kun, dan Yama-kun lah yang sudah membuat Yabu-kun babak belur gitu!” seru Inoo.

“Benarkah itu? Gomen, Yabu-kun! Ngomong-ngomong sepatu aku mana ya? Perasaan tadi aku ke sini pake sepatu deh!” kata Chinen bingung.

“Ugh! Kau bahkan tak ingat bahwa sepatumu ini telah kau lempar padaku hingga aku babak belur!” kata Yabu geleng-geleng sambil duduk, Ryu masih saja memegang lebih tepatnya meremas-remas baju seragam Yabu, Ryu pun ikut duduk di sebelah Yabu.

“Ryu-kun! Kalau kau mau jadi fansuku boleh saja, tapi jangan meremas-remas seragamku dong!” seru Yabu sambil melepaskan tangan Ryu dari seragamnya.

“Gomen, Yabu-kun!” seru Ryu cengengesan.

“Yabu-kun, berikan sepatuku kembali!” seru Yamada.

“Ini! Sepatu Yama-kun, Chinen-kun, dan Daiki-kun!” seru Yabu sambil melempar masing-masing sepasang sepatu.

“Ugh! Kenapa sepatuku jadi kecil begini?” seru Yamada saat memakai sepatunya.

“Ugh! Sepatuku terlalu besar! Ini bukan sepatuku!” seru Chinen.

“Aku sih pas! Ini sepatuku! Arigatou, Yabu-kun!” seru Daiki.

“Lalu kita gi mana??” tanya Chinen dan Yamada.

“Itu sih derita kalian!” seru Yabu santai.

“Yabu-kun!!” teriak Yamada dan Chinen.

“Hey hey! Mungkin saja sepatu kalian tertukar!”seru Ryu sambil menutup telinga.

“Benar juga! Kenapa tidak terpikirkan olehku!” seru Chinen.

“Ini sepatumu! Kembalikan sepatuku!” seru Yamada sambil memberi sepasang sepatu kepada Chinen.

“Ini sepatumu juga!” seru Chinen sambil nyegir kuda, langsung Chinen pakai sepatu yang di berikan Yamada.

“Ini baru sepatuku!” seru Yamada sambil melihat-lihat sepatunya dan memakainya.

“Emm… Nama kelompok kita apa, Yabu-kun?” tanya Ryu.

“Entahlah. Mari kita cari nama yang tepat!” seru Yabu sambil berpikir. Semuanya pun serius berpikir nama yang cocok untuk kelompok mereka.

“Lompat! Lompat! Lompat!” seru seseorang sambil melompat mengelilingi Yabu dkk.

“Oh! Kanata-kun! Jangan berisik! Kami sedang berpikir! Lagi pula apa yang kau lakukan?” tanya Inoo.

“Gomen! Aku sedang melompat! Agar aku tambah tinggi! Hehehe. .” kata Kanata cengengesan.

“Hah? Emang bisa?” tanya Chinen.

“Menurut orang-orang sih begitu. Ternyata ada Yama-kun dan Ryu-kun! Aku Kanata, Kanata Hongo! Yoroshiku!” kata Kanata sambil nyengir. Ryu balas nyengir, sedangkan Yamada hanya tersenyum tipis.

“Kau kan sudah tinggi! Lebih baik yang melakukan itu Chinen-kun saja!” seru Daiki sambil menunjuk Chinen yang duduk di sebelahnya.

“Kenapa aku? Aku sudah bertambah tinggi ko!” seru Chinen.

“Hahahaha. . . Gak ada salahnya kan? Jika aku ingin tinggi! Baiklah aku akan lompat di lapangan saja agar tidak mengganggu kalian! Jyanne!” seru Kanata sambil berlompatan menuju lapangan.

“Lagi pula kalau dia mau lompat, seharunya tidak usah bilang ‘lompat! Lompat’ gitu.” Seru Ryu geleng-geleng.

“AHA! AKU TAU!!” teriak Yabu membuat yang lain terkejut.

“Ya ampun! Yabu-kun! Biasa aja dong!” seru Ryu sambil mengelus-elus dadanya.

“Gomen! Hehehe. . .” kata Yabu cengengesan.

“Ngomong-ngomong kau tau apa, Yabu-kun?” tanya Yamada.

“Aku tau nama kelompok kita! Itu berkat Kanata-kun!ARIGATOU, KANATA-KUN!!” Yabu kembali berteriak lebih kencang sehingga yang lain menutup telinga mereka.

“Hey! Tukar  tempat duduk dong! Lama-lama budeglah aku!” seru Ryu.

“Ups! Gome Ryu-kun!” seru Yabu.

“Yayayaya. . Lalu menurutmu nama kelompok kita apa?” tanya Ryu di sertai anggukkan yang lain.

“Hey!Say!Jump! Bagaimana?” tanya Yabu.

“Hah? Berarti kita harus lompat terus dong? Gak mau! Capek tau!” seru Chinen.

“Hey! Biar kau cepat tinggi Chinen-kun! Bukankah kata Kanata-kun, jika lompat-lompat bisa tambah tinggi?” seru Daiki.

“Ugh! Jangan seperti itu!” seru Chinen.

“Gomen, Chinen-kun!” seru Daiki.

“Kita tidak perlu lompat-lompatan ko! Bisa saja di artikan, kita akan menggapai cita-cita kita yang tinggi! Jadi kita lompat bersama-sama untuk menggapai cita-cita kita yang tinggi itu. Bagaimana?” tanya Yabu.

“Hmm. . Bagus juga, kita pakai saja nama itu!” seru Ryu.

“Ya! Aku setuju!” seru Inoo.

“Aku pun sependapat!” seru Daiki.

“Jika memang seperti itu, aku setuju!” seru Chinen.

“Kau bagaimana Yama-kun?” tanya Yabu karena dari tadi Yamada hanya diam saja. Tak lama, Yamada pun mengangguk.

“Bagus! Mari kita teriakkan nama kelompok kita! Satu! Dua! Tiga!” kata Yabu.

“HEY!SAY!JUMP!” seru mereka bersama-sama sambil melompat tinggi sekali.

Bersambung…

tambahan :

Cast:

1.  Chinen Yurii as Chinen/Chinen-kun

2. Inoo Kei as Inoo/Inoo-kun

 3. Arioka Daiki as Daiki/Daiki-kun

4. Kanata Hongo as Kanata/Kanata-kun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: