just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : Prolog *chap.1

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama

.

.

.

Sebuah mobil bernuansa hitam legam mengkilat memasuki sekolah berasrama yang terdiri dari 3 gedung bertingkat dan megah, lapangan basket dan sepak bola, kolam renang, dan sebuah rumah sederhana yang dipakai untuk merawat seseorang yang sakit. Hikaru Gakuen, itulah nama sekolahnya. Mobil itu masuk ke pakiran sekolah tersebut. Sang sopir turun untuk membuka pintu belakang mobil. Turunlah 2 orang cowok.

Cowok yang pertama berkulit putih, memakai seragam Hikaru Gakuen (celana panjang hitam, baju tangan panjang putih, dasi hitam, dan sepatu berwarna hitam legam) , memakai kacamata hitam (dari mulai frame sampai lensanya) ,sambil membawa jaket hitam yang dia kaitkan ke pundaknya, dan di mulutnya terlihat sedang memakan permen, permen karet lebih tepatnya. Dia sama seklai tidak membawa tas 1 pun.

Cowok yang kedua terlihat sangat repot. Kenapa? Karena dia membawa tas ransel punya cowok pertama dan tas selendang miliknya juga 2 koper miliknya dan milik si cowok pertama juga tas kecil berisi kamera. Cowok ini pun memakai seragam Hikaru Gakuen, kulitnya pun sama berwarna putih, di mukanya terlihat bahwa orangnya baik hati, memakai kacamata dengan frame berwarna hitam.

# Ryu : hey! Gitu amat lu ngasih peran! Pulang-pulang pegel-pegel nih bisa-bisa.

Aku : Anggap saja sebagai latihan untuk membesarkan otot! Gitu aja ko repot – –

Ryu : heuu iya dehh!#

Siswa siswi Hikaru Gakuen tercengang melihatnya. Ada yang takjub oleh kerennya cowok pertama, ada yang kasihan melihat cowok kedua, ada yang menatap sinis kepada 2 cowok itu, ada juga yang takjub karena hebatnya cowok kedua #-.-

Ughhh… Tu anak-anak daripada ngeliatin aja mending bantuin gua aja deh.. keluh cowok kedua.

“Ryu-kun, cepat jalan! Kita harus bertemu kepala sekolah dan kepala asrama terlebih dahulu. Jadi, kita harus cepat.” Kata cowok pertama dengan sikap dingin dan cool-nya itu.

“Oh iya, Yama-kun. Kau duluan saja. Aku akan menyusulmu.” Seru cowok kedua, Morimoto Ryutaro, Ryu.

“Hmm… Tidak, kita ke sini bersama. Jadi kita harus tetap bersama. Ryu-kun, apa itu berat? Sini ku bantu.” Seru cowok pertama, Yamada Ryosuke, Yama/Yamada, sambil berjalan menghampiri Ryu.

Ryu sudah sangat senang, memang tas dan koper mereka ini berat-berat oleh karena itu dia memerlukan bantuan. Ryu sudah membayangkan kalau dia tinggal membawa tas selendang dan kopernya saja. Tumben! Tapi syukurah, ringan sudah beban yang ku bawa! Seru Ryu dalam hati.

Tapiii… Yamada hanya mengambil tas kecil berisi kamera saja lalu berbalik dan berjalan perlahan-lahan. Ryu hanya cengo melihatnya.

“Kamera ini di beli oleh tabungan ku sendiri. Sayang jika jatuh dan rusak.” Kata Yamada enteng.

“Hah?” hanya kata itu yang dapat di ucapkan oleh Ryu sebelum…

Gubrakkk.. Ryu terjatuh.

“Sudahlah! Ayo cepat, Ryu-kun. Kita sudah telat.” Seru Yamada mempercapt jalannya.

Ryu hanya mengikuti Yamada dari belakang sambil sedikit menggerutu.

***

@Asrama Putra Hikaru Gakuen

Ketika Yamada dan Ryu sampai di depan Asrama Putra, mereka bertemu dengan kepala sekolah, kepala asrama, dan seorang anak laki-laki. Yamada dan Ryu di sambut dengan baik di sana oleh kepala sekolah, kepala asrama, dan anak laki-laki itu.

“Ohayou Gozaimasu..” kata Yamada dan Ryu sambil membungkukkan badan. Kepala sekolah, kepala asrama, dan anaklaki-laki itu pun ikut membungkuk.

“Selamat datang di Hikaru Gakuen, Yama-sama. Saya Hiroshi. Sebelumnya, saya sangat berterima kasih pada keluarga Ryosuke karena telah memberikan tanah ini untuk di bangun menjadi Hikaru Gakuen. Dan ini kepala asrama kalian, Yukawa. Selanjutnya akan di beritahukan oleh Yukawa sensei. “ kata Hiroshi sensei, lalu pergi ke dalam sebuah ruangan yang ada tepat di tengah-tengah asrama putra dan gedung belajar.

“Baiklah. Yama-sama dan…” kata Yukawa sensei terhenti saat melihat Ryu.

“Ryu, sensei. Morimoto Ryutaro.” Kata Ryu.

“Oh ya Ryu-san. Saya adalah Yukawa sensei. Di sini kalian akan di bentuk menjadi kelompok. Ini Yabu Kouta. Dia adalah ketua dari kelompok kalian. Dia pun akan mengantar kalian ke kamar dan mengajak kalian keliling sekolah ini. Nah, Yabu-san kau antar mereka saja. Sekarang bagian kelas siapa?” kata Yukawa sensei.

“Minami sensei, sensei!” kata Yabu.

“Baiklah. Nanti sensei akan meminta izin kepada Minami sensei. Kau antar saja mereka berkeliling dan tunjukkan kamarnya.” Kata Yukawa sensei.

“Hai, sensei!” kata Yabu sambil menunduk.

“Baiklah. Sensei permisi dahulu.” Kata Yukawa sensei sambil berjalan pergi.

“Baik! Kalian sudah tau namaku. Aku pun sudah tau nama kalian. Silahkan masuk lewat sini.” Kata Yabu sambil menunjuk pintu depan asrama.

Yamada berjalan terlebih dahulu dengan memasang wajah cool. Sedangkan Ryu dengan susah payah berjalan sambil membawa 2 tas dan 2 koper. Menyadari itu, Yabu segera menghampiri Ryu.

“Perlu bantuan Ryu-kun?” tawar Yabu.

“Eh? Emmm… Baiklah, arigatou Yabu-kun.” Kata Ryu. Yabu mengambil 1 tas dan 1 koper.

“Emm… Yabu-kun, apa ini jalan menuju toilet?” tanya Yamada.

“Ya, Yama-sama. Itu toiletnya, nande?” tanya Yabu.

“Tak perlu memanggilku seperti itu! Aku tidak suka jika orang sebayaku memanggilku seperti itu!” seru Yamada membuat Yabu cengo sesaat.

“Emm… Wakata, Yama-kun.” Kata Yabu sambil tersenyum.

“Kalau begitu, aku ke toilet dulu.” Kata Yamada sambil melangkah ke jalan menuju toilet.

“Yama-kun! Hati-hati! Toiletnya tidak khusus untuk laki-laki!” seru Yabu. Yamada hanya mengacungkan jempol tanpa melihat ke arah Yabu.

***

@ Ryu dan Yabu

“Ryu-kun! Aku kaget sekali dengan sikap Yama-kun!” kata Yabu, selagi mereka menunggu Yamada.

“Aneh? Kenapa?” tanya Ryu sambil mengerutkan keningnya.

“Ya, kebanyakkan orang yang setara dengan Yama-kun selalu ingin di anggap kalau mereka adalah yang tertinggi! Jadi kita harus sopan kepada mereka. Tapi kenapa Yama-kun tidak seperti itu?” tanya Yabu. Ryu hanya melontarkan senyumnya untuk menjawab Yabu.

“Ryu-kun! Kau tidak gila bukan?” tanya Yabu sambil bergidik.

“Tidak. Kau ingin tau kenapa?” Ryu tanya balik. Yabu hanya mengangguk penasaran.

“Wakata! Begini sebenarnya……”

Bersambung

tambahan :

Cast :

1. Yamada Ryosuke as Yamada/Yama-kun/Yama-sama

2. Morimoto Ryutaro as Ryu/Ryu-kun/Ryu-san

3. Yabu Kouta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: