just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : Story about Manami and Chinen  *chap.8

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Jika kau memang menganggapku sebagai sahabat, mengapa kau begitu dingin padaku?! Aku bukan orang yang ingin berteman dengan orang seKAYA dirimu hanya karena hartanya! Aku berteman karena aku memang ingin mempunyai banyak teman!! Jika kau tak ingin bersahabat denganku ya sudah! Kau tak perlu memaksakan diri! Jangan karena aku bersahabat dengan Manami-chan, kau jadikan aku SAHABAT! Aku ingin di jadikan sahabat karena memang kau ingin! Bukan karena orang lain!! Kau memang orang yang JAHAT!!” teriak Shida sambil menangis lalu pergi.

“SHIDA-CHAN!!” teriak Yamada memanggil Shida. Tapi percuma, Shida sudah berlari cukup jauh.

“ARGH!!” Yamada kesal sambil melempar batu ke danau.

@(Sementara itu) Ruang Musik

“Hey! Manami-chan! Bolehkah aku yang memainkan piano kau yang menyanyi?” tanya Ryu sambil duduk di sebuah kursi piano sambil menekan beberapa tuts piano tersebut.

“Wakata. Lagu apa?” tanya Manami sambil duduk di kursi sebelah Ryu yang sedang bermain piano.

“Utada Hikaru – First Love. Bagaimana?” tanya Ryu.

“Mmm. . Wakata!” kata Manami menyetujui. Ryu pun mulai memainkan piano sesuai nada lagu tersebut. Manami pun bernyanyi mengikuti nada.

“Saigo no kisu wa

Tabako no flavor ga shita

Nigakute setsunai kaori

Ashita no imagoro ni wa

Anata wa doko ni iru n’ darou

Dare wo omotte ‘ru n’ darou

You are always gonna be my love

Itsu ka dare ka to mata koi ni ochite mo

I’ll remember to love

You taught me how

You are always gonna be the one

Ima wa mada kanashii love song

Atarashii uta utaeru made. . .” Manami berhenti bernyanyi.

“Nande?” tanya Ryu menghentikan permainannya juga.

“Iie, permainan piano Ryu-kun bagus!” kata Manami tersenyum.

“Suaramu juga bagus Manami-chan!” kata Ryu tersenyum.

“Dulu aku sering ke sini. Dan di sinilah awal aku bertemu dengan Chinen-kun!” kata Manami sambil tersenyum dan membayangkan sesuatu.

“Bernahkah? Ayo ceritakan padaku!” kata Ryu antusias.

“Hey! Santai saja! Ahahahhaha!” tawa Manami.

“Wakata!” kata Ryu.

“Emm, entah kapan pertama kali aku ke sini. Yang aku ingat, awalnya aku ingin pergi menemui temanku di kelas 2-6, kelasnya Chinen-kun. Ternyata di sana tidak ada orang. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi ke Asrama saja, mungkin temanku sudah pulang ke kamar, kebetulan kami 1 ruangan. . .” kata Manami terputus.

“Maaf memotong. Boleh aku tau siapa teman yang di maksud Manami-chan?” tanya Ryu.

“Unn,, namanya Kawashima Umika. Ryu-kun kenal Mika-chan?” tanya Manami.

“Iie. . Lanjutkan cerita, Mana-chan! Eh, tak apa kan aku panggil Mana-chan?” kata Ryu.

“Terserah Ryu-kun saja! Sampai mana tadi? Ah ya, sampai aku dan Mika-chan itu 1 ruangan yak? Nah, saat aku baru beberapa langkah, aku mendengar alunan piano dari ruang musik. Indahhh sekali! Aku penasaran, siapa yang sedang memainkan piano. Akhirnya aku meutuskan untuk pergi dan masuk ke ruang musik. Saat ku buka pintu ruang musik. Kau tau siapa ang ku lihat?” tanya Manami sambil melihat Ryu.

“Emm, Chinen-kun kah?” tanya Ryu ragu.

“Yup! Entah lagu apa yang sedang ia alunkan, yang pasti indah sekali!” kata Manami sambil mengingat kejadian waktu itu

~flashback on~

“Siapa yang sedang  memaikan piano ya? Ini indah sekali!” kata Manami sambil membuka pintu ruang musik.

 

Manami memasukkan mukanya terlebih dahulu ke dalam ruang musik. Seorang anak laki-laki sedang asik memainkan piano sambil memejamkan matanya untuk lebih menghayati. Tanpa sadar, Manami pun masuk ke ruang musik sambil menutup pelan pintu ruang musik. Anak laki-laki itu tidak sadar bahwa di ruang tersebut ada Manami.

 

Setelah permainan piano tadi selesai, Manami segera bertepuk tangan. Anak laki-laki itu sedikit terkejut. Segera ia membuka matanya lalu melihat ke arah Manami.

 

“Permainanmu indah sekali!” kata Manami sambil tersenyum senang. Anak laki-laki itu balas senyum. Senyumnya sangat lucu.

 

“Arigatou! Demo,, permainan ku tidak seindah itu.” Kata anak laki-laki tadi sambil tersenyum.

 

“Mmm. . . Apa kau sedang latihan? Aku mengganggumu?” tanya Manami.

 

“Iie! Ayo duduk!” tawar anak laki-laki itu. Manami pun duduk di tempat duduk dekat piano dan anak laki-laki tadi.

 

“Kita belum berkenalan.. Watashi wa Manami Oku desu! Yoroshiku!” kata Manami sambil tersenyum.

 

“Watashi wa Chinen Yuri desu. Yoroshiku!” kata Chinen sambil membalas senyum.

 

“Kalau tidak salah Chinen-kun kelas 2-6 bukan?” tanya Manami.

 

“Hai. Manami-chan?” tanya Chinen.

 

“Kelas 2-3. Chinen-kun sering ke sini?” tanya Manami.

 

“Emm…. Jika ada waktu luang aku selalu menyempatkan diri ke sini. Lalu apa yang Manami-chan lakukan di sini? Apa Manami-chan akan latihan?” tanya Chinen sambil bersiap-siap membawa tasnya.

 

“Iie! Tenang saja. Tadi aku ingin bertemu temanku di kelas 2-6. Ternyata tidak ada, lalu aku mendengar permainanmu tadi. Karena aku penasaran aku pun melihatnya ke sini. “ kata Manami.

 

“Ah, begitu. Memangnya kau mencari siapa?” tanya Chinen sambil menyimpan lagi tasnya dan duduk di kursi semula sambil menghadap Manami.

 

“Mika-chan, Kawashima Umika. Chinen-kun pasti mengenalnya.” Kata Manami.

 

“Ah ya. Aku mengenalnya.” Kata Chinen sedikit tersenyum.

 

“Boleh aku melihat Chinen-kun bermain piano lagi? Mungkin di lain waktu. Bolehkan?” tanya Manami ragu-ragu. Chinen tertawa.

 

“Tentu! Tapi ada syaratnya!” kata Chinen.

 

“Eh? Nani?” tanya Manami.

 

“Ada syaratnya. Syaratnya Manami-chan harus berkomentar tentang permainanku. Oke?” kata Chinen.

 

“Wakata! Demo,, Chinen-kun ke sini hari apa saja?” tanya Manami.

 

“Sebenarnya tidak tentu. Seperti yang ku ucapkan tadi. Aku ke sini jika ada waktu luang saja.” Kata Chinen.

 

“Lalu bagaimana?” tanya Manami.

 

“Begini saja. Biasanya aku kosong hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Bagaimana?” tanya Chinen.

 

“Mmm. . Wakata! Aku akan berusaha datang!” kata Manami. Chinen tersenyum.

 

“Sudah jam 5 sore. Ayo ke asrama!” kata Chinen sambil mengambil tasnya dan berdiri. Manami pun mengikuti gerakan Chinen.

 

Manami dan Chinen pun pergi dari ruang musik. Mereka banyak berbagi cerita di saat perjalan. Tak lama, mereka pun harus berpisah. Manami ke sebelah kanan yang menuju Asrama Putri, sedangkan Chinen ke sebelah kiri menuju Asrama Putra.

 

“Wakata! Sampai jumpa hari Jumat, Chinen-kun! Jyanne!” kata Manami sambil melambaikan tangan.

 

“Unn,, Jyanne!” kata Chinen sambil tersenyum.

 

Mereka pun berpisah. Baik Manami maupun Chinen terus tersenyum senang.

 

~flashback off~

“Jadi sejak bertemu di sini Mana-chan dan Chinen-kun berteman?” tanya Ryu.

“Hai. Aku jadi sering pergi ke sini untuk melihat permainan piano atau gitar  Chinen-kun. Sampai hari itu tiba. .” kata Manami sedikit cemberut.

~P.O.V Manami (on)~

Aku tengah berlari menuju ruang musik dari kelasku. Tadi kelasku keluar telat karena Hana sensei memberikan sedikit tambahan. Aku harap harap cemas. Aku takut Chinen-kun sudah menunggu lama di ruang musik. Aku melihat jam tanganku. Aku sudah terlambat 30 menit.

 

“Ahh. . Gomen ne, Chinen-kun!” kata ku dalam hati sambil terus berlari dan berharap.

 

Akhirnya aku pun tiba di luar ruang musik. Tak terdengar bunyi piano atau gitar yang biasa di mainkan Chinen-kun.

 

“Kenapa tidak ada bunyi piano atau gitar di sini?” tanya ku heran. Aku pun masuk ke ruang musik. Tapi di sana tidak ada siapa-siapa.

 

“Di mana Chinen-kun? Apa dia tidak bisa datang sekarang? Seharusnya dia beritahu aku tadi.” Kataku. Aku pun berjalan pulang ke Asrama dengan lesu.

 

Di tengah perjalanan, aku melihat Chinen-kun tengah berjalan dan tertawa bersama Mika-chan.

 

“Itu kan Chinen-kun dan Mika-chan? Apa yang mereka lakukan di sini? Ah sudahlah. . aku harus meminta maaf pada Chinen-kun.” Kata ku sambil berjalan menghampiri Chinen-kun dan Mika-chan. Tapi aku berhenti sejenak saat mendengar pembicaraan Chinen-kun dan Mika-chan.

 

“Arigatou Mika-chan! Kau sudah meluangkan waktu mu untuk mendengar permainanku walau hanya sebentar!” kata Chinen-kun tersenyum.

 

“Tak masalah. Demo, bagaimana Mana-chan?” tanya Mika-chan khawatir.

 

“Tak apa! Aku yakin dia bisa menerima ini. Sebenarnya aku lebih suka Mika-chan yang mendengarkan permainanku!” kata Chinen-kun tersenyum manis. Mika-chan membalasnya dengan senyum malu.

 

Deg! Hatiku terasa sakit sekali. Seperti di hujanni beribu pisau tepat di jantungku!

 

“Ja. . Jadi selama ini Chinen-kun tak senang jika aku yang mendengarkannya?” kata ku sakit sekali. Aku tak kuat menahan air matanya. Aku pun segera berlari ke arah taman belakang sekolah.

~P.O.V Manami (off)~

“Ya ampun. . Aku tak mengira Chinen-kun sejahat itu. Jadi itu sebabnya kau begitu dingin padanya?” kata Ryu.

“Ya! Aku sakit hati!! Coba kau fikirkan jika Ryu-kun di pihakku! Aku tak mengada-ada! Sungguh sangat sakit rasanya!” kata Manami. Matanya sedikit berkaca-kaca.

“Iya. Aku mengerti perasaan Mana-chan. Sangat mengerti. Mana-chan jangan menangis.” Kata Ryu mencoba untuk menghibur Manami.

“Saat di taman belakang sekolah aku bertemu dengan salah satu dari kalian lagi. Di sana aku merasakan bahwa dia orangnya dewasa dan baik sekali.” Kata Manami sambil melihat ke arah kakinya.

“Eh? Siapa?” tanya Ryu.

~P.O.V Manami (on)~

Di taman belakang aku segera menjatuhkan diri di rumput dekat danau. Aku sudah tak bisa menahan tangisan ku. Aku menangis! Yang aku rasakan sakit! Sangat sakit! Sebenarnya aku tak marah pada Mika-chan! Tapi aku benci Chinen-kun! Sangat benci! Chinen-kun BAKA!

 

Di tengah tangisan dan makianku *di dalam hati tentunya*, ada yang memberiku saputangan. Aku heran, lalu mengangkat kepala untuk mengetahui siapa yang memberi saputangan ini.

 

“Mengapa kau menangis? Hapus air matamu! Aku paling tak tahan jika melihat perempuan menangis. Ini!” kata orang itu sambil memberi saputangannya.

 

Aku tak bergeming. Aku tak menerima saputangan pemberian anak laki-laki itu. Aku masih kaget melihat anak laki-laki ini.

 

“Jangan menatapku seperti itu. Ini saputanganku! Pakailah untuk menghapus air matamu.” Kata anak laki-laki sambil berjongkok lalu meraih tanganku dan memberikan saputangannya ke tanganku.

 

“Aku memang tak tau apa yang terjadi padamu. Tapi tersenyumlah! Kau tak sendiri di sini. Kau punya teman yang siap berbagi cerita denganmu. Jama ta ne!” kata anak tadi sambil pergi meninggalkanku.

 

Aku melihat terus anak itu sampai dia sudah tak terlihat lagi. Aku pengang erat sekali saputangannya. Tanpa di duga, aku pun tersenyum. Aku melihat saputangannya. Pada sudut kanan atas tertulis namanya yang di jahit mengguanakan benang bewarna biru tua. Inoo Kei. Itulah namanya.

 

~P.O.V Manami (off)~

“Eh? Inoo-kun?” tanya Ryu tak percaya.

“Ya. Saat itu Inoo-kun sedang populer karena berhasil membawa nama baik sekolah kita.” Jelas Manami.

“Memang apa yang telah di lakukan Inoo-kun?” tanya Ryu.

“Dia memenangkan juara pertama lomba Matematika se-Internasional.” Jelas Manami.

“Benarkah? Hebat!” seru Ryu.

“Untungnya saat itu taman sepi. Kalau ada orang 1 saja. Aku akan menjadi tranding topic di sekolah dan kebanyakkan anak pasti menatap sinis diriku.” Kata Manami sambil geleng-geleng.

“Ahahhahaa. . . Demo, Mana-chan dan Chinen-kun belum berbaikkan?” tanya Ryu.

“Belum. Setelah kejadian itu aku selalu menghindar dari Chinen-kun. Aku tak ingin berpapasan lagi dengannya. Saat di Kantin dan di depan kelas 2-6 itu pertama kalinya aku berpapasan dan berbicara dengannya.” Kata Manami.

“Waw! Pantas tadi Chinen-kun terlihat aneh.” Kata Ryu.

“Ya, kurasa Chinen-kun masih bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada diriku ini.” Kata Manami.

“EH??! Jadi…. Chinen-kun tidak tau alasan mengapa Mana-chan berubah??” tanya Ryu kaget. Manami mengangguk.

“Aku berubah tiba-tiba.” Kata Manami singkat.

“Jujur saja. Aku masih tidak percaya dengan ini semua!” kata Ryu terheran-heran. Manami menatap Ryu.

“Emm… Ryu-kun bisa kau tinggalkan aku di sini sendirian saja? Aku ingin di sini sendiri.” Kata Manami.

“Kau yakin?” tanya Ryu ragu-ragu. Manami mengangguk pasti.

“Wakata. Hati-hati ya!” kata Ryu meninggalkan Manami di ruang musik. Meski ragu untuk pergi, tapi Ryu tetap pergi.

Saat Ryu telah pergi meninggalkan Manami sendirian di ruang musik, Manami termenung. Ingatannya terus melayang-layang. Manami terus mengingat masa lalunya bersama Chinen. Tak lama kemudian air matanya sedikit-sedikit tejatuh.

Tiba-tiba pintu ruang musik terbuka. Manami berhenti menangis. Wajahnya berubah saat melihat orang yang masuk ke ruang musik. Matanya tebelalak.

“Ka. . . Kau?” kata Manami kaget.

Bersambung….

Eitsss… Ada tamabahan pemain nih! ^^

Kawashima Umika as Mika/Mika-chan


8 Comment(s)

  1. ErwanKiryu

    04/12/2012 pukul 3:42 am

    Lanjutannya dimana?
    huhu meskipun cerita saya tetep gk rela..XD
    hehe



  2. Erwan Mulya Ramdhani

    04/16/2012 pukul 7:32 am

    Please… masukin donk.. hahaha
    hehe iya ngefans banget sm maachan..(*_*) sampe2 ngoleksi pict sm vid nya sampe 11GB (tapi ngga puaaaaaas, want more more and more..)(-_-)
    tau kabarnya maachan gk? ada gk ya fb/twtitter/situs resmi maachan setelah keluar dari AKB48, abis graduate lgsg gk dapet kabar2 lagi nih.
    ok sama2 sista.. ^_^
    jgn lupa di post ya.. haha



    • amakusakanata

      04/20/2012 pukul 4:44 am

      okehhh tunggu ya ^o^b
      waw keren keren😄 eh berarti punya foto-fotonya dong? pengen T^T
      soal itu aku juga kurang tau nih.. aku aja tau dia pas dia udah keuar dari AKB48 =__= #ngenes
      okehhhhhh😀



  3. Erwan Mulya Ramdhani

    04/21/2012 pukul 6:44 am

    wah makasih banget nih dah di upload lanjutannya😀
    hmm mau video2 nya maachan gk?
    baca dulu thread ini ya, postnya Wordsmith
    http://www.stage48.net/forum/viewtopic.php?f=23&t=70&start=1025
    tp harus register dulu ya (free) itu forum tentang AKB48

    trus ini klo mau video last performancenya maachan pas graduate (mengharukan banget, sedih, jd ikut nangis. XD)
    http://www.mediafire.com/?973w1qxaks5te (640×360)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: