just for fun ^^

Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : The Battle of  Chinen and Yuma *chap.11

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Yama-kun juga sepertinya marah pada Ryu-kun..” bisik Manami.

“Eh? Tapi mereka kan bersahabat. Erat sekali..” kata Chinen tak percaya.

“Entahlah.. Emm, Chi-chan, lihat itu!” kata Manami sambil menunjuk ke arah pintu masuk kantin. Chinen pun melihat ke arah yang di tunjuk Manami.

Di sana terlihat Yuma dan Mika berjalan bersama sambil tertawa. Mika terlihat senang sekali. Yuma yang melihat Chinen dan Manami dari sudut mata kirinya langsung terenyum licik. Ia pun merangkul Mika. Mika terlihat sedikit terkejut tapi menahan dirinya. Mereka berdua pun berjalan menuju tempat penjualan jus.

“Kussho!!” seru Chinen sambl menggebrak meja. Spontan yang lain kaget.

“Nande?!” tanya yang lain kecuali Manami. Manami langsung mengontrol diri untuk tidak kaget lagi seperti yang lain.

“Chinen-kun, sabar!” seru Manami.

“ARGH!” seru Chinen kembali duduk sambil mengacak-acak rambutnya.

“Hey, Mana-chan! Nande?” tanya Ryu. Sebagai jawaban Manami melirik ke arah Yuma dan Mika. Semua di meja Hey!Say!Jump melihat ke arah yang dilirik Manami, sedangkan Manami sibuk menenangkan Chinen yang masih menahan amarahnya.

“Ah, orang itu lagi. .” kata Yamada.

“Sepertinya dia senang sekali mencari masalah ya!” seru Ryu mulai bangkit dari tempat duduknya.

“Apa yang akan kau lakukan Ryu-kun?!” tanya Inoo.

“Kau tak lihat? Perempuan itu sangat risih dengan apa yang dilakukan Yuma-kun! Aku tak bisa tinggal diam melihat perempuan seperti itu!” jelas Ryu hendak melangkah menuju Yuma dan Mika. Tapi…

“Cotto kudasai, Ryu-kun!” seru Yamada setengah membentak. Semua yang ada di meja Hey!Say!Jump kaget mendengar bentakan tersebut.

“Hey, Yama-kun! Kenapa kamu membentak Ryu-kun?! Apa salahnya?! Dia hanya ingin menolong!” bela Shida.

“Demo, kau tak ingat kejadian di kelas? Hampir beberapa teman kita di kelas ada di sini! Dan jika Ryu-kun pergi ke sana dan membentak pada Yuma-kun, dia akan di cap sebagai murid yang senang mencari masalah! Apalagi Ryu-kun itu murid baru!” seru Yamada.

“Ryu-kun itu hanya ingin menolong! Dia tidak membuat onar! Apa perbuatan itu salah!” seru Shida.

“Hey! Sudah! Kalian jangan bertengkar di sini!!” seru Daiki menengahi.

“DIAM KAU!” bentak Yamada dan Shida. Nyali Daiki pun menciut.

“Mengapa Yama-kun dan Shida-chan jadi bertengkar?” tanya Yabu berbisik pada Inoo.

“Entahlah. . . Tapi sepertinya mereka bertentangan. .” kata Inoo. Yabu mendelik heran.

“Maksudmu?” tanya Yabu.

“Shida-chan membela sisi baik apa yang di lakukan Ryu-kun, sedangkan Yama-kun sisi jelek yang di lakukan Ryu-kun. Aku jadi bingung. .” kata Inoo. Manami mendengar perkataan Inoo. Dia pun membalikkan badan ke arah Inoo dan Yabu yang tengah berbisik.

“Aku mengira mereka sedang bertengkar. .” kata Manami. Inoo dan Yabu mendelik ke arah Manami.

“Eh?” tanya mereka.

“Yaa. . Sikap mereka berubah menjadi aneh. . Dan lebih aneh lagi jika ada sangkut pautnya dengan Ryu-kun. Yama-kun terlihat seperti terus berfikiran negatif pada Ryu-kun, sehingga ia selalu melecehkannya. Sedangkan Shida-chan sebaliknya. Ia malah terlihat berfikiran positif terus pada Ryu-kun dan terus membela Ryu-kun apabila dia melakukan sesuatu.” Jelas Manami.

“Jadi mereka bertengkar gara-gara Ryu-kun?” tanya Yabu. Manami menggeleng.

“Entahlah. Aku juga tak mengerti. .” kata Manami. Inoo melihat ke arah bangku sebelah Manami. Inoo heran, karena sosok orang yang menduduki kursi tersebut menghilang.

“Di mana Chinen-kun? Tadi dia duduk di situ. .” seru Inoo cukup keras sehingga semua yang berada di meja Hey!Say!Jump melihat ke arah tempat duduk Chinen.

“Eh? Chinen-kun menghilang!” seru Daiki sedikit keras. Pertengkaran Yamada dan Shida pun berhenti. Daiki menghela nafas lega. Dia pun terbebas dari pertengkaran Yamada dan Shida.

Saat bingung mencari Chinen, tiba-tiba saja. . .

“CHI-CHAN!!” teriak seorang perempuan dari tempat penjualan jus.

Semua di meja Hey!Say!Jump sekaligus seluruh siswa yang ada di kantin pun menoleh. Terlihat Chinen terjatuh karena di dorong dengan kasar oleh Yuma. Semua yang di meja Hey!Say!Jump pun pergi menghampiri Chinen dan Yuma. Manami, Shida, Inoo, dan Yabu membantu Chinen untuk berdiri. Sedangkan Daiki, Yamada, dan Ryu menghampiri Yuma dengan tatapan membunuh.

“HEH! NGAPAIN KAMU DORONG CHINEN-KUN?!” bentak Ryu.

“Wah wah wah! PAHLAWAN datang!” seru Yuma dengan nada meremehkan.

“NGAPAIN KAMU DORONG CHINEN-KUN?!” tanya Yamada mengulangi kalimat Ryu.

“HEH! Yang harus di salahin tuh TEMEN KALIAN ITU! Ngapain dia pake tonjok aku segala!” seru Yuma sambil nunjuk Chinen.

“Loh, bukannya kau memang pantas mendapatkannya ya?!” kata Daiki sinis.

“Memangnya apa salahku?!” seru Yuma dengan ‘watados’, tapi sikapnya itu membuat Hey!Say!Jump + Shida dan Manami mual.

“Kau tak mengetahui kesalahanmu sendiri? Manusia macam apa kau ini?!” seru Yamada kasar.

“Aku memang tak tau masalahnya apa!” teriak Yuma.

“Kau ini!!!” seru Chinen berjalan cepat ke arah Yuma sambil mencengkram erat kerah baju Yuma.

“STOP!!” teriak Mika. Semua menengok ke arah Mika. Mika pun berjalan ke arah Yuma dan Chinen.

“LEPASKAN TANGANMU!” bentak Mika. Chinen tersentak kaget. Hey!Say!Jump + Manami dan Shida juga.

“Mika-chan! Kau ini kenapa?” tanya Shida. Muka Mika sudah merah padam menahan amarah.

“Sudah kubilang! LEPASKAN TANGANMU!” seru Mika ke arah Chinen. Chinen pun mulai mengendurkan cengkramannya. Dan akhirnya melepaskan tangannya.

”Yuma-kun kau tak apa?” tanya Mika khawatir.

“Daijobou. . Mika-chan, sepertinya aku tak di sukai oleh sahabat-sahabatmu ini. . Aku pergi saja. .” kata Yuma dengan senyumnya. Mika merasa sedikit tak enak.

“Kau tak usah pergi. .” kata Mika menahan Yuma untuk pergi.

“Nande Mika-chan?! Ada apa dengan mu?! Hey, Yuma-kun! Apa yang telah kau perbuat dengan Mika-chan!” seru Manami dengan nada sedikit membentak.

“Aku yang harusnya bertanya pada kalian! Ada apa dengan kalian?! Mengapa kalian begitu jahat dengan Yuma-kun?!” tanya Mika.

“Mika-chan, Yuma-kun itu orangnya licik dan jahat! Mengapa kau mau saja bersahabat dengannya??!” tanya Chinen dengan nada membujuk.

“Jangan nuduh yang enggak-enggak, Chi-chan! Yuma-kun itu orang yang baik. .” kata Mika sedikit memperlahan suaranya.

“NANI??!! BAIK??!!” seru Hey!Say!Jump + Manami dan Shida.

“Hai! Dia orang yang baik! Kalian tau?! Aku selalu kesepian! Kalian selalu saja sibuk dengan urusan kalian! Kalian tuh sahabat aku! Tapi kenapa kalian tidak pernah meluangkan waktu untukku? Bahkan untuk istirahat pun jarang!! Kau Manami-chan dan kau Shida-chan, kalian hanya punya waktu dengan ku hanya saat di kamar saja! Selebihnya? TIDAK! Kau juga Chi-chan! Kau hanya punya waktu denganku hanya saat di kelas saja! Itu juga jarang! Sedangkan Yuma-kun? Dia beda kelas denganku juga Asrama. Tapi dia masih bisa meluangkan waktu untuk menemaniku! Sekecil apa pun atau sebesar apa pun masalah yang sedang ku hadapi, dia selalu ada untukku!  Sedangkan kalian apaa??!!!” jelas Mika sambil menahan air mata. Yuma yang dibelakangnya hanya mengusap-usap punggung Mika.

Chinen, Manami, dan Shida terdiam. Semua yang di katakan Mika tentang mereka memang benar. Mereka akhir-akhir ini jarang memperhatikannya.

“Yuma-kun! Kita pergi saja!” kata Mika sambil berjalan pergi keluar dari kantin. Yuma tersenyum licik dahulu kepada Chinen lalu mengejar Mika.

“Hah! Orang itu hanya berpura-pura baik pada Mika-chan!” kata Yamada dingin.

“Maksudmu?” tanya Chinen.

“Yama-kun benar. Kau tidak lihat tadi dia tersenyum dengan licik padamu?” tanya Inoo.

“Ah ya! Orang itu pasti sedang merencanakan sesuatu!” seru Chinen.

“Tapi aku salut padanya. . .” kata Shida.

“Eh? Nan desuka?” tanya Ryu.

“Dia pintar sekali mengambil hati orang. Aku salut dengan kelakuan yang dia ambil untuk mendekati Mika-chan. .” kata Shida.

“Kurasa dia sudah memata-matainya terlebih dahulu. .” kata Yabu.

“Itu sudah pasti! Jika tidak, bagaimana dia mau bertindak?” kata Daiki.

“Sabar ya Chi-chan. . .” kata Manami.

“Kau juga. .” kata Chinen lirih.

“Yuk kembali ke tempat duduk kita. Kita bicarakan soal ini bersama. .” kata Yabu sambil merangkul Chinen.

“Ayo Mana-chan. .” ajak Ryu. Manami mengangguk.

Shida menghela nafas sebentar lalu menyusul teman-temannya yang sudah berjalan duluan.

Sesampainya di tempat duduk semula, suasana beruah menjadi tidak enak. Tidak ada yang berbicara 1 orang pun. Dan akhirnya. . .

“Emm. . . . Apa kami mengganggu kalian?” tanya 2 orang laki-laki.

“Eh? Oh Kanata-kun dan Kamiki-kun!” kata Ryu.

“Kalian tidak mengganggu. Nande?” tanya Inoo.

“Kami ingin bicara soal Yuma-kun. .” kata Kanata pelan. Semua yang ada di meja Hey!Say!Jump pun melirik ke arah Kanata dan Kamiki.

“Apa maksud kalian?” tanya Yamada dingin.

“Kalian mengetahui sesuatu?” tanya Yabu.

“Begini. . Kecurigaan kami pada Yuma-kun di mulai saat Yuma-kun masuk ke kelas tadi pagi. .” kata Kamiki.

“Eh? Memang ada apa?” tanya Daiki.

“Sebelum kalian bercerita. Kalian duduk saja dulu. Emm. . tarik saja kursi kosong dari meja lain ke sini. .” kata Shida. Kanata dan Kamiki mengangguk lalu menarik kursi dari meja lain lalu bergabung dengan Hey!say!Jump.

“Kalian mau cerita apa?” tanya Chinen penasaran.

“Gini kita udah ngira kalau Yuma-kun sedang merencanakan sesuatu yang licik!” kata Kamiki.

“Dan semua itu berkaitan dengan kalian!” kata Kanata.

“Darimana? Kalian bisa menyimpulkan itu?” tanya Yabu.

“Itu karena kami sudah satu sekolah dengannya dari kecil. .” kata Kanata

“Loh? Benarkah itu?” tanya Ryu.

“Hai! Jadi kami bisa tau apa dia sedang merencanakan sesuatu atau tidak. .” kata Kamiki.

“Lalu, bisa kalian jelaskan mengapa kalian berfikir dia merencanakan sesuatu ada kami?” tanya Inoo.

“Apa karena kejadian di kelas dan barusan?” tebak Yamada serius.

“Ya. Untuk kejadian di kelas Yuma-kun telihat seperti yang akrab denganmu Yama-kun. .” kata Kamiki.

“Dari keakraban tersebut tersirat dia sedang merencanakan sesuat pada mu Yama-kun. .” kata Kanata.

“Hanya itu?” tanya Daiki.

“Ada lagi. . Saat dia mencari masalah dengan Manami-chan!” kata Kamiki.

“Aku?” tanya Manami kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Ya! Itu bermakna Manami-chan dan Ryu-kun juga terlibat. .” kata Kanata.

“Dengan ku gara-gara aku mendorongnya hingga jatuh lalu dia hanya tersenyum bukan?” tebak Ryu.

“Ya! Oh ya denganmu juga Shida-chan!” kata Kamiki.

“Aku? Kenapa aku?” tanya Shida.

“Aku yakin tadinya Yuma-kun sedang memancing emosimu juga! Aku yakin itu. .” kata Kanata.

“Tapii. . . . Baaimana cara dia mancing amarahku?” tanya Shida bingung.

“Mungkin dengan cara yang dilakukannya pada Manami-chan. .” kata Kamiki.

“Kurasa sasarannya adalah Shida-chan. Ternyata yang kena Ryu-kun. .” kata Kanata.

“Dan sekarang dia memancing amarah kita semua dengan memanfaatkan Mika-chan?” tebak Chinen.

“Sepertinya begitu. .” kata Kamiki dan Kanata berbarengan.

“Wah ini bahaya! Apa yang harus kita lakukan?” tanya Daiki.

“Ya. Jika semua yang di katakan Kanata-kun dan Kamiki-kun benar. Kemungkinan besar kita dalam bahaya. .” kata Manami.

“Kita harus mengawasi gerak-geriknya!” kata Chinen.

“Tapi itu cukup sulit. Mungkin saja dia mengawasi kita?” kata Yabu.

“Kurasa tak mungkin. . Akan terlalu mencolok jika dia terjun langsung untuk mengawasi kita. .” kata Yamada

“Dan jika dia memang mempunyai rencana pada kita semua, itu tandanya ini rencana besar. Aku yakin dia tidak sendirian di sini. .” kata Inoo.

“Maksudmu dia mempunyai komplotan?” tebak Shida.

“Kurang lebih begitu. .:” kata Inoo.

“Lalu kita harus bagaimanaa??” tanya Daiki.

“Kita harus menyelamatkan Mika-chan dahulu. Itu menurutku. .” kata Ryu.

“Memangnya kenapa?” tanya Kanata.

“Benar kata Ryu-kun. Bisa saja dia memanfaatkan Mika-chan untuk mendapatkan informasi bukan?” kata Yabu.

“Tapi sepertinya akan sulit. .” kata Yamada.

“Nan desuka?” tanya Manami.

“Kalian tadi tidak lihat? Mika-chan membela Yuma-kun habis-habisan. . Lagipula di sepertinya sudah sangat sakit hati pada kita, mungkin lebih tepatnya pada kalian. .” jelas Yamada.

“Benar juga. . Satu-satunya harapan untuk menyelamatkan Mika-chan hanya . . . . . .” kata Inoo terputus.

“Apaa?? Aduh! Cepatlah Inoo-kun!” kata Chinen tak sabar.

“Dengan mengandalkan Ryu-kun dan Yama-kun. . Ya, hanya mereka yang bisa. .” kata Inoo.

“Eh??! Aku dan Yama-kun?!” tanya Ryu kaget. Yamada hanya diam saja.

“Kenapa mereka?” tanya Kamiki.

“Karena kami belum ada hubungan dengan Mika-chan. . Jadi kami tidak akan terlalu sulit untuk berhubungan dengannya. Tapi, sebelum itu juga. Kita harus pikirkan apa akibatnya. .” jelas Yamada.

“Aku kira tidak akan berdampak terlalu buruk bagi kita. .” kata Daiki.

“Ya. Itu benar!” kata Chinen. Yang lain pun ikut menyetujuinya, kecuali Yamada dan Inoo yang terdiam.

“Nande, Yama-kun, Inoo-kun?” tanya Manami.

“Aku tidak apa-apa. .” kata Yamada pelan.

“Aku juga. .” kata Inoo.

Semua pun terdiam. Mereka tengah berfikir tentang semua ini. Hingga bel tanda istirahat selesai pun berbunyi.

“Manami-chan! Pulang sekolah nanti bisa kita bertemu di taman belakang?” tanya Inoo sebelum mereka berpisah.

“Emm. . . Baiklah. Aku akan ke sana! Jyaa~” kata Manami lalu berlari untuk menyamai langkahnya dengan Ryu,  Yamada, dan Shida.

@Kelas 2-6

“Mika-chan!” seru Chinen saat masuk kelas dan langsung berlari menuju Mika.

“Nani?” tanya Mika dingin.

“Aku. . . ingin bicara padamu!” kata Chinen.

“Aku tak mau!” tolak Mika.

“Ayolahh. . . Pulang sekolah di Ruang Musik! Ku tunggu kau di sana. Aku harap kau datang!” seru Chinen lalu duduk di bangkunya.

Mika sedikit bingung. Apa dia harus datang atau tidak. Dia memang masih marah pada Chinen dan yang lain. Tapi. . . . . .

“Aku. . Aku tak kan ke sana! Lebih baik kau tak usah menungguku!” seru Mika di depan Chinen.

“Aku tak peduli. . Aku akan menunggumu sampai kau datang. .” kata Chinen.

“Percuma kau menungguku! Aku takkan pergi ke sana!” seru Mika sambil kembali ke tempat duduknya.

 bersambung….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: