just for fun ^^


Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : The First Day!  *chap.6

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

.

“Emm… Watashiwa Kamiki Ryunosuke! Yoroshiku!” seru Kamiki sambil tersenyum.

“Wah wah wah! Kawan baru kita ramah-ramah ya, Yama-kun!” bisik Ryu. Yamada hanya mengangguk ragu.

“Emm.. Apa Takaki sensei tidak masuk? Biasanya Takaki sensei tidak setelat sekarang.” Kata Kamiki bingung.

“Ah ya! Aku baru ingat! Aku mau minta jadwal pelajaran boleh tidak?” tanya Yamada.

“Unn,, ini!” kata Shida memberikan kertas berisi jadwal.

“Arigatou, Shida-chan! Sore ini akan ku kembalikan. Mau bertemu di mana?” tanya Yamada.

“Di perpustakaan saja. Hari ini aku piket lagi.” Jawab Shida.

“Hah? Piket lagi? Bukannya kemarin ya jadwal piket Shida-chan? Kalau tidak salah sekarang Asabuki-chan!” seru Kamiki.

“Memang, tapi Asabuki-chan hari ini sedang ada tugas yang lebih penting, jadi hari ini giliranku, minggu depan aku kosong di gantikan oleh Asabuki-chan!” kata Shida tersenyum girang.

“Baiklah, jam setengah 4 aku kesana!” kata Yamada lirih. Shida mengangguk.

“Hey, Yama-kun! Apa koleksi manga-mu sudah bertambah?” tanya Manami.

“Begitulah! Hey! Mana oleh-olehnya?” seru Yamada sambil tertawa.

“Huaaa! Itukan sudah lama sekali! Sebenarnya aku bawa banyak oleh-oleh dari sana! Tapi berupa makanan semuaa.. Jika ku simpan sampai sekarang bisa berjamur nanti. Kan sayang!” jelas Manami.

“Yee kenapa tidak di kirim saja?” tanya Yamada memeletkan lidah.

“Aku lupa sama alamat rumahmuu! Huahahaha,” kata Manami cengengesan.

“Huaaa! Sekarang pelajaran siapa sih? Lama sekali! Sudah lewat 10 menit nih!” seru Ryu mengaihkan pembicaraan. Ryu sedikit cemburu melihat keakraban Manami dan Yamada. Bukan cemburu ke Yamada, tapi dia cemburu ke Manami. Karena apa? *kasih tau gak yaa?😄 :p *

“Takaki sensei, pelajaran Sejarah.” Kata Kamiki.

“APA? SEJARAH? HUAA!! INI HARI SIALKU!” seru Yamada terkulai lemas.

“Loh?  Nande, Yama-kun? Kau sakit?” tanya Shida.

“Ahh, tidak! Yama-kun hanya …” kata Ryu terpotong.

“Kaget karena pelajaran selanjutnya Sejarah. Ya kan, Ryu-kun?” kata Manami.

“Hai!” kata Ryu lirih. Ada sedikit rasa cemburu di hatinya.

“Oh begitu! Ku kira kau sakit!” kata Shida.

Manami hanya tersenyum geli melihat Yamada sudah terkulai lemas di bangkunya. Ryu mengalihkan pandangannya ke arah jendela.

“Nande, Ryu-kun?” tanya Shida.

“Eh?  Iie, aku tidak apa-apa.” Kata Ryu-kun masih tetap melihat ke arah jendela. Shida heran melihatnya. Tapi rasa herannya berhenti karena Takaki-sensei masuk kelas.

“Sumimasen, gakusei!” seru Takaki-sensei.

Pelajaran pun dimulai. Yamada bosan mendengarnya. Rasa kantuknya pun sudah tak terbendung lagi.

“Ryu-kun! Tukar tempat duduk sebentar yak!” bisik Yamada. Ryu mengangguk. Mereka pun tukar tempat.

Setelah tukar tempat, Yamada tertidur pulas di bangku Ryu. *huaa dasar Kebo! Ayam! -.-“* Ryu geleng-geleng kepala.

Hingga pelajaran usai, Yamada masih tertidur dengan pulas. Siswa-siswi segera berhamburan keluar kelas.

“Hey! Ke kantin yuk!” tawar Manami ke Ryu.

“Ahh, sepertinya aku tidak bisa pergi. Yama-kun sedang tertidur pulas sekarang.” Kata Ryu. Ryu berusaha untuk menahan rasa laparnya.

“Kelihatannya kau sudah lapar, Ryu-kun! Sana kau pergi ke kantin! Lagipula kau harus bertemu dengan teman kelompokmu itu kan?” kata Shida.

“Ah, iya ya! Tapi, bagaimana denganmu, Shida-chan?” tanya Ryu.

“Tenang saja! Aku bekal roti kok! Tapi, aku titip beli minum yak! Apa aja deh..” kata Shida sambil merogoh uang dari sakunya.

“Wakata! Sini biar aku yang beli!” kata Manami sambil mengambil uang Shida.

“Arigatou, Manami-chan, Ryu-kun!” kata Shida.

“Unn,,” Manami mengangguk.

“Arigatou mo, Shida-chan! Jyanne!” kata Ryu sambil berjalan menuju kantin dengan Manami.

Shida tersenyum. Saat Shida mulai membuka bungkus rotinya. Tak lama kemudian…

“Mana Ryu-kun?” tanya Yamada berat saat terbangun dari tidurnya.

“KYAAAAA!!!” teriak Shida kaget.

 

“Hey! Hey! Ini aku! Jangan teriak!” kata Yamada sambil membekap mulut Shida. Shida mengangguk. Yamada pun melepas bekapannya.

“Ugh! Kau bikin aku kaget saja!” kata Shida.

“Gomen! Mana Ryu-kun?” tanya Yamada.

“Ryu-kun sedang ke kantin dengan Minami-chan. Nande?” tanya Shida, kembali asik dengan rotinya.

“Kenapa dia tidak ajak aku? Ugghh…” kata Yamada kesal.

“Tadi kau sedang tidur, Ryu-kun gak mau ganggu tidur Yama-kun! Kau lapar? Ini!” kata Shida sambil memberi sepotong rotinya ke Yamada.

“Sebenarnya, ya! Aku lapar. Arigatou, Shida-chan!” kata Yamada sambil mengambil roti pemberian Shida.

“Oh ya, apa ini roti rasa strawberry?” tanya Yamada.

“Hai, nande?” tanya Shida sambil memakan rotinya.

“Oh baguslah! Aku sangat suka strawberry.” Kata Yamada sambil memakan roti dari Shida.

Mereka berdua pun tengah asik memakan roti masing-masing.

@Kantin

“Kau pergi saja dulu ke teman sekelompokmu. Biar nanti aku yang membeli makanan dan minuman milik mu, aku, dan titipan Shida-chan. Ah ya, bagaimana dengan Yama-kun?” usul Manami.

“Tak perlu repot-repot! Aku akan membeli sendiri makanan dan minuman untukku dan Yama-kun, Manami-chan beli untuk Manami-chan sendiri dan juga Shida-chan. Nanti kau ikut saja denganku ke teman sekelompokku. Gak lama ko!” jelas Ryu.

“Emmm, demo…” kata Manami terputus.

“Nande? Kau malu untuk bertemu dengan teman sekelompokku?” tanya Ryu.

“Iie, lupakan saja. Wakata, aku ikuti usulmu saja, Ryu-kun.” Kata Manami tersenyum. Ryu membalas senyum Manami.

Mereka pun segera membeli makanan juga minuman. Lalu Ryu dan Manami pergi ke meja di mana ada kelompok Hey!Say!Jump.

“Emm, Ryu-kun aku tidak yakin. .” kata Manami ragu untuk melangkah mendekat ke meja Hey!Say!Jump.

“Sudahlahh! Ayo! Aku tidak akan mencuekkanmu!” kata Ryu tersenyum lalu menarik tangan Manami.

“Haaaaaa!!!!!!!” seru Ryu sambil mengangkat tangan dan melepaskan tangannya dari Manami.

“Ah, Ryu-kun! Mana Yama-kun?” tanya Inoo.

“Dia tadi sedang tertidur pulas.” Kata Ryu.

“Apa dia tidak akan marah?” tanya Daiki.

“Tidak disana ada Shida-chan. Ya kan Manami-chan?” kata Ryu sambil menengok ke arah Manami.

“Eh? umm. . Hai!” kata Manami gugup lalu menunduk.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?” tanya Ryu sambil menunduk agar bisa melihat wajah Manami.

“Iie, aku baik-baik saja!” kata Manami sambil mengangkat kepalanya lalu tersenyum.

“Benarkah?” tanya Ryu. Manami mengangguk.

“Mungkin Manami-chan lelah. Kalau begitu duduk saja di sini.” Tawar Chinen.

“Ahh, tidak usah.” Tolak Manami halus.

“Lagi pula aku ke sini hanya untuk memberi tau kalian saja. Aku dan Yama-kun akan menghabiskan waktu istirahat di kelas saja. Tak apakan Yabu-kun?” tanya Ryu.

“Wakata. . Apa nanti kalian akan mendapat tambahan? Atau mau berjalan-jalan dulu sebelum kembali ke kamar?” tanya Yabu. Ryu berfikir sejenak.

“Sepertinya kami akan berjalan-jalan dulu!” kata Ryu.

“Perlu ku antar?” tawar Chinen.

“Arigatou! Demo. . kau tak perlu repot-repot!” kata Ryu.

“Lagi pula, Chinen-kun ada tambahan bukan?” tanya Inoo.

“Ah ya! Aku lupa!” sambil menepuk jidatnya.

“Kau ini bagaimana sih!” kata Daiki sambil geleng-geleng. Chinen hanya nyengir.

“Ya sudah, lebih baik kalian kembali ke kelas. Seperti Yama-kun sudah kelaparan.” Kata Yabu sambil melihat makanan dan minuman yang di bawa Ryu.

“Ah ya, baiklah kalau begitu! Jyanne!” kata Ryu. Manami hanya tersenyum lalu pergi menyusul Ryu.

@Koridor (menuju kelas)

“Nande, Manami-chan?” tanya Ryu karena heran melihat Manami diam.

“Tak apa. Kau tak perlu khawatirkan aku!” kata Manami sambil tersenyum miris.

“Wakata. Jangan pasang wajah cemberut! Kau lebih cocok tersenyum dan tertawa!” kata Ryu sambil nyengir. Manami pun berusaha mungkin untuk tersenyum.

“Ayo cepat! Kasihan Shida-chan dan Yama-kun!” kata Manami sambil sedikit berlari.

“Hey! Tunggu!!” kata Ryu sambil berlari mengejar Manami.

@Kelas

“Huaaaaa. . . Larimu cepat sekali Manami-chan!” seru Ryu setelah sambil di pintu kelas.

“Ryu-kun payah! Begitu saja sampai secapek itu!” kata Manami lalu pergi menuju bangkunya dengan Shida.

“Shida-chan! Ini pesananmu!! Ah, Yama-kun kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu?” tanya Manami sambil duduk di kursinya lalu memberikan minuman Shida.

“Arigatou, Manami-chan!” kata Shida sambil menerima minuman dari Manami.

“Begitulah. . Tak ada yang aneh. .” kata Yamada.

“Hosh. . Hosh. . Ini makanan dan minumanmu! Aku belikan sesuai kesukaanmu. .” kata Ryu sambil terengah-engah. Langsung saja Ryu duduk di kursi Yamada, karena kursinya sedang di duduki Yamada.

“Arigatou! Kebetulan aku lapar sekali! Bagaimana dengan kau Shida-chan? Apa kau masih lapar? Seharusnya tadi aku tidak menerima roti pemberianmu. .” kata Yamada. Tersirat perasaan senang pada Shida. Tumben ngomong panjang lebar gitu. . batin Shida.

“Tak apa! Aku sudah kenyang ko.” Kata Shida tersenyum lalu meminum minumannya.

“Tau gini aku belikan saja roti lagi untukmu! Kau kan harus bertugas lagi di Perpustakaan!” kata Manami dengan nada menyesal.

“Sudahlahh. . Aku baik-baik saja! Lagi pula aku senang berbagi. .” kata Shida.

“Kau yakin? Sudahlahh. . Ini! Anggap saja sebagai pengganti rotimu tadi.” Kata Yamada sambil memberi Shida setengah dari rotinya.

“Tak perlu. Tadikan aku sudah bilang, aku baik-baik saja!” kata Shida tersenyum.

“Kau serius? Wakata. .” kata Yamada santai lalu memakan potongan rotinya tadi. *gak niat ngasih -.-*

Tak ada hal yang aneh lagi yang mereka bicarakan. Mereka hanya asik makan dan minum. Hingga bel masuk berbunyi.

Bersambung…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: