just for fun ^^


Tittle                        : Hard to Say I’m Sorry

Chapter tittle        : Why You Like This to Me?!  *chap.7

Cast                          : Yamada Ryosuke, Morimoto Ryutaro, Yabu Kouta, Shida Mirai, Minami Oku dll.

Rating                     : All age! ^^

Genre                      : Friendship, Family, Drama, Crack/Comedy

.

.

“Tak perlu. Tadikan aku sudah bilang, aku baik-baik saja!” kata Shida tersenyum.

“Kau serius? Wakata..” kata Yamada santai lalu memakan potongan rotinya tadi. *gak niat ngasih -.-‘*

Tak ada hal yang aneh lagi yang mereka bicarakan. Mereka hanya asik makan dan minum. Hingga bel masuk berbunyi.

“Kalian di sini rupanya! Pantas tadi di kantin kami tidak melihat kalian!” kata Kamiki.

“Hehehe… Tak ada yang salahkan jika kami makan di sini?” kata Shida nyengir.

“Iya dehhh…” kata Kanata.

Murid-murid pun langsung duduk manis. Karena Kurosawa sensei sudah datang. Lalu pelajaran Fisika pun di mulai.

#SKIP

Teng… Teng… Bel berbunyi. Kegiatan belajar mengajar untuk hari ini sudah selesai. Tepat saat waktu menunjukkan pukul 3 sore.

“Ja ma taraisu!” seru Kurosawa sensei meninggalkan kelas. Murid-murid pun membereskan barang-barangnya.

“Minna-san! Aku duluan ya! Jyanne!” seru Shida sambil lari dengan cepat.

“Dia terburu-buru sekali. Mengapa tidak santai saja?” tanya Ryu heran.

“Tentu saja! Tugas dia selama piket itu banyak sekali. Dia harus membawa buku perpustakaan yang selalu di pakai di kelas bahasa atau di laboratorium, lalu dia harus men-cek lagi buku-bukunya, lalu dia harus membantu orang-orang yang datang ke perpustakaan untuk mencari buku.” Jelas Manami.

“Berat sekali pekerjaan Shida-chan. Dia pasti capek sekali.” Kata Ryu sambil menyelendangkan tasnya.

“Tentu saja! Lagipula jarak antara perpustakaan dan kelas bahasa atau laboratorium kan jauh sekali!” kata Manami sambil membawa tasnya. Seketika wajah Yamada berubah menjadi cemas.

“Nande Yama-kun?” tanya Ryu.

“Aku khawatir dengan Shida-chan.” Kata Yamada lirih.

“Khawatir?” tanya Manami dan Ryu berbarengan.

“Hai. Tadi dia hanya memakan roti, itu pun hanya setengah. Lalu sekarang dia harus bertugas. Pasti dia cape sekali. Aku takut dia sakit.” Keluh Yamada. Lalu Yamada berfikir untuk mencari jalan keluarnya.

“Hmm.. Lalu bagaimana?” tanya Manami.

“Aku akan ke Perpustakaan. Sekalian mengembalikan jadwal pelajaran. Ryu-kun, kau bisa pulang ke kamar sendirikan?” kata Yamada.

“Tentu!” kata Ryu.

“Ryu-kun! Kaukan sudah terlanjur bilang pada Yabu-kun bahwa kau dan Yama-kun ingin berjalan-jalan dulu.” Kata Manami ingat kejadian tadi di kantin.

“Ah ya! Kau mau mengatarku kan Manami-chan? Sebentar saja!” kata Ryu memohon.

“Wakata! Demo, antar aku ke ruang musik dulu ya!” kata Manami. Ryu mengangguk.

“Aku pergi duluan! Jyanne!” kata Yamada lalu berjalan cepat menuju keluar kelas.

“Cepatlah Ryu-kun!” kata Manami.

“Ya ya yaaa! Ayo berangkat! Ruang musik di sebelah mana?” tanya Ryu.

“Di sebelah kelas 2-6, kelasnya Chi-chan.” Kata Manami sambil berjalan menuju pintu.

@koridor kelas 2

“Eh? Chi-chan?” tanya Ryu bingung lalu menyusul Manami.

“Eh? Ummm…. Maksudku… Chinen-kun! Ya! Chinen-kun! Hehehe..” kata Manami gugup.

“Kenapa Manami-chan gugup? Aha! Jangan-jangan…” kata Ryu sambil tersenyum licik ke arah Manami.

“Nani?! Ryu-kun tak usah berpikir yang aneh-aneh!” kata Manami sambil membuang muka.

“Oh yaaaa?” goda Ryu. Manami cemberut sambil terus memalingkan muka dari Ryu.

“Manami-chan suka Chinen-kun yak???????” tanya Ryu sambil ketawa-ketiwi.

“Hah?? GAK!!” kata Manami tetap memasang muka cemberut ke Ryu. Tapi, terlihat mukanya sedikit memerah.

“Oh ya? Manami-chan suka Chinen-kun! Manami-chan suka Chinen-kun!!” kata Ryu terus mengucapkan kalimat ‘Manami-chan suka Chinen-kun’ sambil mempercepat jalannya hingga meninggalkan Manami di belakang.

“Ryu-kun!!! Diam!!!!” teriak Manami sambil berlari hingga berada di samping Ryu.

“Kau tak perlu berbohong Manami-chan! Lihatlah pipimu merah seperti tomat! hahahaha…” kata Ryu puas.

“Tidak!” kata Manami memalingkan muka lagi.

“Pantas saat istirahat Manami-chan tak ingin ke meja kelompok kami. Ternyata karena ini. Tebakanku tepatkan?” kata Ryu menghentikan langkahnya di depan Manami sambil sedikit medekatkan wajahnya. Manami kaget. Dengan cepat Manami kembali cemberut.

“Aku bilang.. TIDAK!” kata Manami berteriak tepat di hadapan Ryu lalu mempercepat langkahnya menuju ruang musik.

“Hey! Tunggu!!!!” kata Ryu berlari agar dapat menyusul Manami.

“Wah kau marah betulan yak? Gomennasai!” kata Ryu membungkuk. Manami menghentikan langkahnya.

“Hey! Tak usah membungkuk seperti itu.” Kata Manami sedikit membungkuk.

“Kau memaafkanku?” tanya Ryu sambil mendongakkan kepalanya.

“Hmmp… hahahhhahaha!” tawa Manami spontan membuat Ryu heran.

“Nande?” tanya Ryu bingung.

“Wajahmu lucu sekali!! Hahahaha! Lagipula kau menganggap ini betulan ya? Ya ampun.. Aku hanya bercanda..” kata Manami sambil tertawa puas. Ryu pun cemberut.

“Ahahahhaha.. Gomen! Nanti akan ku ceritakan diruang musik! Ayo cepat!” kata Manami sambil meraih tangan Ryu lalu menariknya ke ruang musik.

Mereka pun sampai di depan kelas 2-6. Ternyata kelas 2-6 baru keluar dari kelas.

“Ah! Manami-chan. .”sapa Chinen sedikit takut sambil berjalan mendekat ke Manami dan Ryu.

“Hai, Chinen-kun!” kata Manami sambil memasang wajah jutek lalu melepaskan genggamannya ke Ryu.

“Genggamanmu keras sekali Manami-chan! Babak belur tanganku! Ah! Hai, Chinen-kun!” kata Ryu.

“Ahaha.. Gomennasai!” kata Manami sambil tertawa.

“Ha, Ryu-kun! Kalian mau ke ruang musik?” tanya Chinen hati-hati.

“Hai!Nande?” tanya Manami bertanya dengan nada dingin.

“Eh? Tak apa. Gomen, Mana-chan. Aku gak bisa pergi ke ruang musik bersamamu sekarang!” kata Chinen sambil membungkuk lalu berdiri tegak lagi.

“Wakata! Tak masalah! Lagipula aku di temani oleh Ryu-kun!” kata Manami tersenyum sambil melihat ke arah Ryu.

“Ah ya, Yama-kun mana?” tanya Chinen sambil mencari-cari sosok Yamada.

”Dia tidak di sini. Dia di Perpustakaan.” Kata Ryu.

“Perpustakaan?” tanya Chinen.

“Ya, dia sedang menyusul Shida-chan. Ada keperluan!” jawab Ryu.

“Oh begitu! Aduh! Aku sudah telat! Aku duluan yaa! Jyanne!” seru Chinen sambil berlari.

“Pergi sana!” kata Manami dingin.

“Hey! Kenapa Manami-chan jadi begitu dingin dengan Chinen-kun? Ada hubungan apa Manami-chan dengan Chinen-kun?” tanya Ryu sambil memasang wajah penasaran.

“Ayo ke Ruang Musik!” kata Manami sambil mengacuhkan pertanyaan Ryu. Ryu pun pasrah lalu menurut saja. Mereka berdua pun pergi ke ruang musik.

@Koridor perpustakaan *Yamada* (di waktu yang bersamaan)

“Tunggu.. Kalau tidak salah Shida-chan kan baru makan sedikit. Apa aku harus membelikannya makanan terlebih dahulu ya?” tanya Yamada pada dirinya sendiri.

“Yama-kun!!!” teriak seseorang. Yamada menengok ke arah suara tersebut.

“Yama-kun! Watashi wa Ohgo Shuzuka desu! Yoroshiku!” kata orang tadi, Suzuka, sambil membungkuk sedikit. Yamada hanya tersenyum tipis.

“Yama-kun mau ke mana? Kita ke taman saja yuk!” kata Shuzuka sambil menarik lengan Yamada. Segera Yamada melepakan tarikkan Shuzuka.

“Maaf, kita baru kenal. Kau tak usah so dekat denganku! Permisi!” kata Yamada dingin lalu pergi ke kantin.

“Eh? Yama-kun! Tunggu! Aku ikut!” kata Shuzuka sambil menyusul Yamada.

“STOP! Kau tak usah ikut campur urusanku! PERGI!” bentak Yamada. Shuzuka kaget. Yamada lalu kembali melanjutkan perjalannya tanpa menghiraukan Shuzuka yang sedang terkaget-kaget.

@Kantin

“Nah.. Sekarang apa yang harus ku beli?” Yamada kembai bingung. Lalu dia teringat akan roti strawberry pemberian Shida.

“Ah ya, roti strawberry. Bagaimana dengan minumannya?” Yamada pun berfikir kembali. Lalu Yamada teringat minuman yang di beli Manami untuk Shida.

“Kalau tidak salah Jus Strawberry juga. Ya sudah aku beli itu saja. Kebetulan aku juga ingin jadi beli untukku dan Shida.” Kata Yamada lalu membeli 2 roti strawberry dan memesan 2 jus strawberry.

“Ah! Yama-kun! Apa yang kau lakukan di sini?” tanya seseorang. Yamada menengok.

“Ah! Kau Inoo-kun! Aku sedang membeli makanan dan minuman untukku dan temanku. Inoo-kun?” tanya Yamada.

“Aku kebetulan lewat saja. Aku melihatmu lalu ke sini. Wajahmu murung sekali. Nande?” tanya Inoo. Yamada pun menceritakan kejadian tadi saat bersama Shuzuka.

“Wah! Kau punya banyak fansu rupanya! Hahahaha!” kata Inoo tertawa.

“Ahh! Itu tak lucu..” Kata Yamada kembali cemberut.

“Ahahaha! Gomen ne~ Yama-kun! Shuzuka-chan memang seperti itu jika dia menyukai seseorang. Jika Shuzuka-chan seperti itu padamu, itu tandanya Shuzuka-chan menyukaimu!” jelas Inoo.

“Benarkah? Aku tak percaya!” kata Yamada sambil mengambil jus pesanannya lalu membayarnya.

“Hai! Sebab dia pernah seperti itu pada ku!” kata Inoo. Yamada tersentak.

“Lalu? Kau mengikuti kemauannya?” tanya Yamada.

“Tentu tidak. Aku risih dengannya. Oleh karena itu selaluku tolak. Jika mengikuti terus kemauannya, dia akan langsung menyatakan cintanya padamu!” jelas Inoo.

“Wah wah wah! Gadis itu nekat sekali!” kata Yamada sambil geleng-geleng.

“Ya sudah! Ceritanya nanti saja di kamar. Kau antar saja makanan dan minuman milik temanmu itu! Mungkin saja dia sudah menunggumu!” kata Inoo.

“Ah ya! Wakata! Jyanne!” kata Yamada lalu berpisah dengan Inoo.

@Depan Perpustakaan

“Tak boleh masuk membawa makanan dan minuman. Lalu bagaimana ini?” kata Yamada sambil melihat bawaannya.

“Ah! Yama-kun!” sapa seseorang.

Hari ini banyak sekali orang yang menyapaku! Semoga tidak aneh-aneh orangnya! Batin Yamada lalu menengok ke arah suara.

“Ah! Shida-chan. Aku membawa makanan dan minuman. Juga aku mau mengembalikan jadwal pelajaranmu!” kata Yamada dingin.

“Kalau begitu kita ke taman belakang sekolah saja. Kita tidak bisa makan di perpustakaan.” Kata Shida. Mereka pun pergi ke taman belakang sekolah.

@Taman belakang sekolah

Shida dan Yamada duduk di satu bangku kosong menghadap danau. Sepanjang jalan mereka diam-diaman saja. Tidak ada yang mulai untuk berbicara.

“Ini makanan dan minumanmu!” kata Yamada memberikan makanan dan minuman kepada Shida.

“Arigatou, Yama-kun! Seharusnya kau tak usah repot-repot!” kata Shida sambil tersenyum dan menerima makanan dan minuman dari Yamada. Yamada tak membalas senyum Shida. Yamada segera memakan makanannya.

“Kau adalah sahabatku..” kata Yamada tiba-tiba kepada Shida, tapi pandangannya tetap ke arah danau.

“Eh?” Shida heran.

“Kau dan Manami-chan bersahabat bukan? Aku selalu percaya pada orang-orang yang dipilih oleh Manami-chan dan Ryu-kun. Kau termasuk yang di pilih oleh Manami-chan sebagai sahabat. Aku juga akan menjadikan mu sahabatku. Tapi jika kau tak ingin pun tak apa.” Kata Yamada panjang lebar tapi pelan.

“Tentu aku mau. Arigatou!” kata Shida.

“Untuk apa?” tanya Yamada.

“Karena kau sudah mau menjadikan ku sahabat. Awalanya ku kira kita hanya akan berteman saja.” Kata Shida tersenyum. Yamada tersenyum tipis.

“Oh ya, di mana Ryu-kun dan Manami-kun?” tanya Shida.

“Ruang musik.” Kata Yamada singkat dan dingin. Shida pun merasa sedikit kesal. Katanya sahabat, tapi di masih saja dingin padaku! Batin Shida.

“Tadi aku melihatmu dengan Inoo-kun. Kalian terlihat akrab sekali.” Kata Shida.

“Tentu, Inoo-kun sekelompok denganku.” Kata Yamada tetap dingin. Shida kembali kesal. Dia seperti dianggap orang lain oleh Yamada. Bukan sahabat.

“ini jadwal pelajaranmu!” kata Yamada dingin lalu menyerahkan jadwal pelajaran milik Shida tanpa memalingkan muka dari danau. Shida pun tak bisa menahan kekesalannya lagi. Shida mengambil jadwal pelajarannya dari tangan Yamada dengan kasar. Yamada tersentak lalu melihat ke arah Shida dengan heran.

“Nande? Aku hanya mengembalikan jadwal pelajaranmu saja!” kata Yamada santai.

“Ughh! Kau ini memang menganggapku sebagai SAHABAT gak sih?!” tanya Shida sedikit berteriak juga sambil berdiri dan menatap tajam. Yamada heran.

“Tentu saja. Tadi kan sudah ku jelaskan. Kau kan sahabatan dengan Manami-chan. Artinya kau sahabat ku juga.” jelas Yamada singkat.

“Asal kau tau! Kau itu seperti tidak menganggapku sebagai SAHABAT! Kau itu seperti menganggapku sebagai orang lain! Orang yang tak berhak berbicara padamu!!” bentak Shida, matanya mulai berkaca-kaca. Yamada tersentak kaget.

“Shida-chan, kau menangis?” tanya Yamada lembut.

“Sudahlah! Jika kau tak ingin bersahabat denganku! Kau tak perlu memaksakan itu!” kata Shida sambil menahan air matanya yang akan jatuh.

“Hey! Tadikan sudah ku bilang! Karena kau sahabatnya Manami-chan…” kata Yamada terputus.

“BERHENTI! Tak usah mengulanginya lagi! Tak usah membawa nama Manami-chan disini!!!” bentak Shida sambil menangis.

“Shida-chan…” kata Yamada melemas.

“Jika kau memang menganggapku sebagai sahabat, mengapa kau begitu dingin padaku?! Aku bukan orang yang ingin berteman dengan orang seKAYA dirimu hanya karena hartanya! Aku berteman karena aku memang ingin mempunyai banyak teman!! Jika kau tak ingin bersahabat denganku ya sudah! Kau tak perlu memaksakan diri! Jangan karena aku bersahabat dengan Manami-chan, kau jadikan aku SAHABAT! Aku ingin di jadikan sahabat karena memang kau ingin! Bukan karena orang lain!! Kau memang orang yang JAHAT!!” teriak Shida sambil menangis lalu pergi.

“SHIDA-CHAN!!” teriak Yamada memanggil Shida. Tapi percuma, Shida sudah berlari cukup jauh.

.

Bersambung….

Eitsss… Ada tamabahan pemain nih! ^^

Ohgo Suzuka as Suzuka/Suzuka-chan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: